Kendalikan emosi

Dari teman:

Setelah lelah berperang, Jengis Khan, Raja Mongol yang termasyhur itu memutuskan untuk berburu ke hutan bersama pejabat kerajaannya. Selain membawa anjing pemburu, raja juga membawa burung rajawalinya yang sudah terlatih untuk berburu dan dapat menuntun raja pulang ke istana bila mereka tersesat di tengah hutan.

Saat perjalanan pulang, raja kehausan. Ia menemukan tetesan air bening di bebatuan. Raja kemudian menampung tetesan air itu dalam sebuah gelas, dan ketika ia hendak minum tiba-tiba burung rajawalinya menukik dan memukul tangan raja sehingga air dalam gelas itu tumpah. Beberapa kali hal itu terulang kembali. Hal ini membuat raja marah, maka ketika terakhir kali sang rajawali hendak menumpahkan air yang diminumnya, raja kemudian menebas leher rajawali dengan pedangnya sampai rajawali tergeletak di kakinya dan mati. Rasa haus membuat raja ingin mendaki ke atas lagi untuk mencari sumber air dari bebatuan itu. Ketika sampai di sumber tetesan air itu yaitu sebuah telaga kecil, sang raja terkejut karena ia melihat seekor ular berbisa mati terganga di dalam telaga dengan bisanya yang mencemari air telaga itu. Hati raja sesak mengingat kematian rajawali yang berusaha keras menyelamatkannya. Raja menuruni bukit dan menggendong burung rajawalinya yang sudah mati, hati kecilnya menjerit, “Hari ini aku mendapat pelajaran yang menyedihkan, aku tidak akan melakukan sesuatu apapun jika sedang marah!”

Emosi yang tak terkendali dapat menjadi pedang yang tajam dan melukai hati mereka yang kita kasihi.

Mari perbaiki diri dengan memiliki penguasaan diri yang tinggi agar tidak menyesal sesudahnya.

Solitaire, One of Us

The Carpenters, Solitaire

There was a man
A lonely man
Who lost his love
Through his indifference

A heart that cared
That went unshared
Until it died
Within his silence

(*) And solitaire’s the only game in town
And every road that takes him Takes him down
And by himself it’s easy to pretend
He’ll never love again

(**) And keeping to himself He plays the game
Without her love It always ends the same
While life goes on around him everywhere
He’s playing solitaire

A little hope
Goes up in smoke
Just how it kills
Goes without saying

There was a man
A lonely man
Who would command
The hand he’s playing

Repeat (*)
Repeat (**)
Repeat (**)

ABBA, One of Us

They passed me by, all of those great romances
You were, I felt, robbing me of my rightful chances
My picture clear, everything seemed so easy
And so I dealt you the blow
One of us had to go
Now it’s different, I want you to know

One of us is crying
One of us is lying
In a lonely bed
Staring at the ceiling
Wishing she was somewhere else instead
One of us is lonely
One of us is only
Waiting for a call
Sorry for herself, feeling stupid feeling small
Wishing she had never left at all

I saw myself as a concealed attraction
I felt you kept me away from the heat and the action
Just like a child, stubborn and misconceiving
That’s how I started the show
One of us had to go
Now I’ve changed and I want you to know

One of us is crying
One of us is lying
In a lonely bed
Staring at the ceiling
Wishing she was somewhere else instead
One of us is lonely
One of us is only
Waiting for a call
Sorry for herself, feeling stupid feeling small
Wishing she had never left at all
Never left at all

Staring at the ceiling
Wishing she was somewhere else instead
One of us is lonely
One of us is only
Waiting for a call

Sorry for herself, feeling stupid feeling small (fading)

Kata-Kata Bijak Alm Menkes Endang Rahayu

Meninggal 2 Mei 2012

“Saya sendiri belum bisa disebut sebagai survivor kanker. Diagnose kanker paru stadium 4 baru ditegakkan lima bulan yang lalu. Dan sampai kata sambutan ini saya tulis, saya masih berjuang untuk mengatasinya. Tetapi saya tidak bertanya, “Why me?” “Saya menganggap ini adalah salah satu anugerah dari Allah SWT.

Sudah begitu banyak anugerah yang saya terima dalam hidup ini: hidup di negara yang indah, tidak dalam peperangan, diberi keluarga besar yang pandai-pandai, dengan sosial ekonomi lumayan, dianugerahi suami yang sangat sabar dan baik hati, dengan dua putera dan satu puteri yang alhamdulillah sehat, cerdas dan berbakti kepada orang tua. Hidup saya penuh dengan kebahagiaan.”

“So …. Why not? Mengapa tidak, Tuhan menganugerahi saya kanker paru? Tuhan pasti mempunyai rencanaNya, yang belum saya ketahui, tetapi saya merasa SIAP untuk menjalankannya. Insya Allah. Setidaknya saya menjalani sendiri penderitaan yang dialami pasien kanker, sehingga bisa memperjuangkan program pengendalian kanker dengan lebih baik.”

Bagi rekan-rekanku sesama penderita kanker dan para survivor, mari kita berbaik sangka kepada Allah. Kita terima semua anugerah-Nya dengan bersyukur. Sungguh, lamanya hidup tidaklah sepenting kualitas hidup itu sendiri. Mari lakukan sebaik-baiknya apa yang bisa kita lakukan hari ini. Kita lakukan dengan sepenuh hati.

Dan …. jangan lupa, nyatakan perasaan kita kepada orang-orang yang kita sayangi. Bersyukurlah, kita masih diberi kesempatan untuk itu.”

He Ain’t Heavy, He’s My Brother

Saya forward, satu renungan dari teman. Semoga bermanfaat:

Anak lelaki kurus itu berjalan sambil menggendong adiknya yang lumpuh di punggungnya…

Melihatnya, seseorang berkomentar prihatin, “Kasihan kau, Nak… bebanmu pasti berat…”

Lalu terdengar jawaban spontan, “Pak, ia bukan beban, ia saudaraku…”

Itulah ilustrasi di balik lirik lagu pop balada karangan Bobby Scott dan Bob Russel, He Ain’t Heavy, He’s My Brother…

Satu perbuatan yang dipandang beban oleh seseorang, nyatanya tidak bagi yang lain. Tergantung alasan ia melakukannya. Jika ia melakukannya karena rasa belas-kasihan, pasti akan berbeda…

Banyak hal yang tampak menjengkelkan, melelahkan, dihindari orang, dapat dilakukan dengan setia oleh pelakunya, mengapa…?
Karena Kasih, membuat mereka punya cara pandang lain…

Merawat suami/istri/Ortu/Anak yang sakit…
Mendampingi anak belajar/bermain meski lelah…
Mengantar orang tua berobat rutin…
Saling menolong Kakak/Adik/Saudara yang membutuhkan bantuan…
Semua akan terasa berbeda jika dilakukan, karena dan dengan KASIH.

Manfaat Merokok

Dari grup FB.

1. Membantu program pemerintah untuk mengurangi jumlah penduduk Indonesia.
2. Berperan aktif dalam menyibukkan petugas pemadam kebakaran.
3. Membantu suksesnya program KB, karena bisa menyebabkan gangguan kehamilan & janin
4. Asapnya bisa mengusir nyamuk sekaligus istri, anak & teman2
5. Membantu meningkatkan produksi obat batuk.
6. Memperkaya owner pabrik rokok
7. Menjalin silahturahmi & bersahabat dengan dokter spesialis jantung, paru2 & kanker
8. Menambah penghasilan tukang gali kubur.

wkwkwkwk

Kisah Segelas Susu (Kisah Nyata)

Ada seorang anak lelaki miskin yang kelaparan dan tak punya uang. Dia nekat mengetuk pintu sebuah rumah untuk meminta makanan. Namun keberaniannya lenyap saat pintu dibuka oleh seorg gadis muda. Dia urung minta makanan, dan hanya minta segelas air.

Tapi sang gadis tahu, anak ini pasti lapar. Maka ia membawakan segelas besar susu. “Berapa harga segelas susu ini?” tanya anak lelaki itu.

“Ibu mengajarkan kepada saya, jangan minta bayaran atas perbuatan baik kami,” jawab si gadis.

“Aku berterima kasih dari hati yang paling dalam…” balas anak lelaki setelah menenggak habis susu tersebut.

Belasan tahun berlalu…
Gadis itu tumbuh menjadi wanita dewasa, tapi didiagnosa punya sakit kronis. Dokter di kota kecilnya angkat tangan. Gadis malang itu pun dibawa ke kota besar, di mana terdapat dokter spesialis.

Dokter Howard Kelly dipanggil untuk memeriksa. Saat mendengar nama kota asal wanita itu, terbersit pancaran aneh di mata sang dokter.

Bergegas ia turun dari kantornya menuju kamar wanita tersebut. Dia langsung mengenali wanita itu.

Setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya wanita itu berhasil disembuhkan. Wanita itu pun menerima amplop tagihan Rumah Sakit. Wajahnya pucat ketakutan, karena dia tak akan mampu bayar, meski dicicil seumur hidup sekalipun. Dengan tangan gemetar, ia membuka amplop itu, dan menemukan catatan di pojok atas tagihan…

“Telah dibayar lunas dengan segelas susu …” Tertanda, dr. Howard Kelly.

(dr. Howard Kelly adalah anak kelaparan yang pernah ditolong wanita tersebut. Cerita disadur dari buku pengalaman dr. Howard dalam perjalanannya melalui Northern Pennsylvania, AS)

Begitulah Sahabatku…
Janganlah ragu untuk berbuat baik dan jangan mengharap balasan. Pada akhirnya, buah perbuatan akan selalu mengikuti kita. We will harvest what we plant.

Dan jangan pernah menghina orang yang kita lihat lemah, karena kita tidak tahu nasib kita ke depan.

Batuk

Tidak bermaksud promosi. Hanya berbagi pengalaman. Semoga bermanfaat bagi lainnya.

OBAT BATUK IBU DAN ANAK

Batuk adalah penyakit yang menjengkelkan. Ada kalanya sangat membandel.

Sirup obat batuk yang satu ini bisa dicoba. Sudah terbukti manjur di keluarga saya. Terutama untuk batuk berdahak.

Rasanya manis mint, berwarna hitam seperti kecap, disukai anak-anak. Bisa untuk anak mulai umur 3 tahun.

Sambil diobati stop makan pedas, minum es / yang dingin. Minum air putih hangat yang banyak, karena berguna untuk mengencerkan dan mengeluarkan dahak.