Sejarah Asal Muasal Valentin

Valentin bukan berasal dari Romawi, melainkan dari Betawi (Indonesia)

Pada saat jaman Belanda masih berkuasa di Batavia, ada seorang gadis Betawi bernama Entin Bin Mahmud, gadis ini jadi rebutan tiga orang, Meneer Belanda, Orang Sunda dan Orang Betawi.

Pada tgl 13 Februari 1941, ketiga pemuda ini pergi ke rumah Entin dengan maksud mengawini si Entin, setibanya di Rumah Entin ternyata mereka memiliki niat yg sama. Akhirnya terjadilah perkelahian memperebutkan si Entin.

Entin yang tidak ingin ada keributan di rumahnya mencoba melerai tiga pemuda tersebut, tapi salah satu senjata mereka tak sengaja mengenai kepala si Entin. Sontak warga kampung yg melihat kejadian itu berteriak. “PALE ENTIN BERDARAH… TUH PALE ENTIN… PALE ENTIN…!”

Si Entin dibawa ke Rumah Sakit, tapi esoknya tgl 14 Februari Entin meninggal.

Untuk mengenang kejadian itu si Meneer Belanda selalu mengadakan acara untuk mengenang Entin yang dicintainya. Di Belanda dia cuma bisa mengingat kata warga “PALE ENTIN… PALE ENTIN…” maka jadilah hari “Pale Entin” atau “Valentin”.

Hahahahaha

Iklan

RENUNGAN

Yang membingungkan di Dunia ini adalah “Manusia”

Karena dia “Mengorbankan Kesehatannya” hanya “Demi uang”, lalu dia “Mengorbankan Uangnya” demi Kesehatan.

Lalu dia “Sangat Khawatir” dengan “Masa Depannya”, sampai dia “Tidak Menikmati Masa Kini”.

Akhirnya dia “Tidak Hidup di Masa Depan atau pun di Masa Kini”, dia “Hidup Seakan-akan tidak Akan Mati”, lalu dia “Mati” tanpa “Benar-benar Menikmati” apa itu “Hidup”.

Bersyukurlah apa yang selama ini kita dapati dan kita nikmati, karena kita tidak akan tahu, apa yang akan terjadi hari esok.

Ketika lahir dua tangan kita kosong …
ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong …

Waktu datang dan waktu pergi kita tidak membawa apa-apa …

Jangan sombong karena kaya dan berkedudukan …
Jangan minder karena miskin dan hina …

Bukankah kita semua hanyalah tamu dan semua milik kita hanyalah pinjaman …

TETAPLAH RENDAH HATI seberapapun tinggi kedudukan kita …
TETAPLAH PERCAYA DIRI seberapapun kekurangan kita …

Karena kita hadir tidak membawa apa-apa dan kembali juga tidak membawa apa-apa …
Hanya pahala kebajikan atau dosa kejahatan yang dapat kita bawa.

Datang ditemani oleh Tangis…..
Pergi juga ditemani oleh Tangis…..

Maka dari itu TETAPLAH BERSYUKUR, dalam segala keadaan apa pun, dan HIDUPLAH disaat yang benar-benar ada dan nyata untuk kita, yaitu SAAT INI, bukan dari bayang-bayang MASA LALU maupun mencemaskan MASA DATANG yang belum lagi tiba.