Kerokan

Diambil dari Jawa Pos 24 Feb 09

Kerokan Bikin Ketagihan

KEROKAN, tampaknya, sudah menjadi pengobatan turun-temurun untuk mengatasi masuk angin. Setelah kerokan, tubuh merasa lebih enak dan sehat. Itu yang membuat masyarakat masih memercayai terapi alternatif tersebut untuk menghilangkan masuk angin. 

Menurut Dr dr Koosnadi Saputra SpRad, sebenarnya tak ada istilah masuk angin di dunia kedokteran. Yang ada adalah common cold. Pada kondisi itu, terjadi penurunan temperatur suhu belakang tubuh (sekitar punggung) secara mendadak. Memang, ada perbedaan suhu antara bagian depan dan belakang tubuh. Suhu tubuh bagian belakang lebih tinggi 1-1,5 derajat Celsius dibanding bagian depan. 

”Penurunan suhu tubuh membuat pembuluh darah menyempit. Pembuluh darah yang menyempit akan memengaruhi sistem persarafan tubuh,” ungkap kepala Laboratorium Peneliti Akupunktur Pusat Penelitian Pengembangan (Puslitbang) Sistem dan Kebijakan Kesehatan itu. 

Lama-kelamaan tubuh kedinginan. Hal tersebut otomatis memengaruhi kondisi organ tubuh. Koosnadi menjelaskan, ada tiga organ tubuh yang terpengaruh bila seseorang kedinginan. Pertama, usus melemah. Hal itu membuat lambung jadi kembung. Selanjutnya, saluran napas mengeluarkan sekresi berlebihan. Akibatnya, orang tersebut menjadi pilek dan batuk. ”Penurunan suhu tubuh membuat jantung berdetak lebih cepat,” ujarnya. 

Rasa pegal di seluruh tubuh juga kerap dialami penderita masuk angin. Menurut dr Heru Wiyono SpPD, rasa pegal tersebut muncul akibat timbunan asam laktat di otot tangan dan kaki. Seharusnya, asam laktat masuk ke pembuluh darah. Lalu, mengalami proses metabolisme di hati dan ginjal. 

Untuk mengurangi rasa pegal, asam laktat yang tertimbun di otot tangan dan kaki tersebut harus bisa diuraikan. Di sinilah manfaat kerokan. Ketika kerokan, terjadi proses inflamasi atau radang. Akibatnya, pembuluh darah melebar. Kemudian, banyak dialiri oksigen dan nutrisi. ”Ketika pembuluh darah melebar, sisa asam laktat yang tertimbun di otot dan kaki ikut tergerus. Akhirnya, bahan tersebut bisa dimetabolisme dalam hati dan ginjal,” jelas Heru. 

Penggunaan obat gosok atau koyok yang mengandung metil salisilat serta berperan memperlebar pembuluh darah. Tak hanya teraliri oksigen dan nutrisi, pelebaran pembuluh darah berdampak pelepasan panas tubuh melalui kulit. Dengan begitu, tubuh yang semula kedinginan sedikit demi sedikit normal kembali. ”Prinsipnya, hampir sama dengan kompres air hangat,” lanjut alumnus FK Unair tersebut. 

Itu berarti, kata Koosnadi, kerokan sama dengan terapi menempelkan abu panas. Abu berfungsi sebagai media pengompresan. Tujuannya, memperlebar pembuluh darah. ”Kerokan juga menaikkan kadar endorfin tubuh. Sehingga, setelah kerokan, tubuh terasa lebih segar dan enak,” ungkapnya. Adanya beta endorfin itu pula yang membuat seseorang ketagihan kerokan. Jika badannya terasa pegal-pegal, begitu dikerok, terasa nyaman. ”Akhirnya, setiap nggak enak badan, langsung minta dikerok,” imbuhnya.

Pantang Mandi Air Dingin

Ada beberapa pantangan dalam kerokan. Jika diabaikan, mungkin manfaat kerokan kurang optimal.

Menurut Dr dr Koosnadi Saputra SpRad, kerokan sebaiknya dilakukan hanya di bagian belakang tubuh. Tekniknya, dari atas ke bawah, sejajar tulang belakang, atau mendatar. Sebaiknya, arah kerokan disesuaikan meridian tubuh. Dengan begitu, saraf motorik bisa terangsang. Pembuluh darah pun melebar. ”Jika tak paham mengenai titik akupuntur dan meridian tubuh, tak perlu menganut teknik tersebut,” tegasnya. 

Alatnya bisa berupa uang logam. Hindari penggunaan koin berbahan aluminum. Sebab, sisi koin itu sangat tajam. ”Bahan tersebut riskan mengiritasi kulit,” papar dokter berusia 57 tahun itu. 

Penggunaan obat gosok, koyo, dan minyak berfungsi menghangatkan tubuh dan melicinkan proses kerokan agar kulit tak lecet. ”Yang dikerok juga terasa nyaman dan tak terlalu kesakitan,” ujar Koosnadi. 

Setelah kerokan, usapkan lagi minyak gosok ke punggung. Setelah itu, gunakan handuk yang berfungsi membersihkan sekaligus memijat punggung. ”Kenakan baju yang hangat dan nyaman. Setelah itu, usahakan tidur yang nyenyak,” paparnya. 

Sebaiknya kerokan tidak terlalu sering dilakukan, apalagi tiap hari. Sebab, hal tersebut berisiko tidak baik terhadap kulit. Bila kerokan dilakukan terlalu sering, kulit tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Mungkin kulit jadi luka. ”Di sana (luka) gampang terjadi infeksi. Kulit seperti melepuh,” kata dr Arijanto Jonosewojo SpPD, spesialis penyakit dalam RSU dr Soetomo Surabaya. 

Seusai kerokan, seseorang disarankan tak mandi air dingin. Tindakan tersebut membuat pembuluh darah kulit yang melebar setelah kerokan menyempit kembali. Selain mengurangi manfaat kerokan, bisa muncul nyeri.

Kontraindikasinya Kelainan Kulit

Gangguan kulit di punggung membuat pengidapnya dilarang kerokan. Apa saja jenisnya?

Salah satu gangguan kulit yang kontraindikasi (dilarang) kerokan adalah alergi obat atau minyak gosok tertentu. Terutama, minyak yang mengandung metil salisilat. ”Bila kulit alergi, bukannya sembuh. Penyakit yang harus disembuhkan tambah satu, yakni mengatasi,” reaksi alergi,” kata dr Heru Wiyono SpPD. 

Kontraindikasi lain, kulit mengalami iritasi atau menderita penyakit kulit. Misalnya, eksem, luka bakar, jerawat, infeksi bakteri, hingga jamuran. Kerokan di daerah tersebut justru memperparah radang. ”Sebaiknya, penyakit kulit disembuhkan dulu. Setelah benar-benar sembuh, baru boleh kerokan,” lanjutnya. 

Lalu, bagaimana dengan penderita diabetes melitus? Heru mengatakan, tak masalah diabetesi (sebutan penderita diabetes melitus) kerokan. Asal, di bagian tubuh yang dikerok tak ada luka. Bila terdapat luka, kerokan justru memperparah peradangan. Padahal, kalangan diabetesi sangat sulit menyembuhkan luka. ”Gula darah harus stabil sembari perawatan luka hingga benar-benar sembuh,” katanya.

Mengerti yang tertulis di bungkus obat

Obat digolongkan menjadi 3 jenis:

  1. Obat bebas (OTC = Over The Counter), ditandai dengan lingkaran hijau, yaitu obat yang bisa dibeli di mana saja, di warung-warung juga ada.
  2. Obat bebas terbatas, ditandai dengan lingkaran biru, yaitu obat yang bisa dibeli di toko obat atau apotik.
  3. Obat keras, ditandai dengan lingkaran warna merah dengan huruf K di tengahnya, bisa dibeli di apotik dan harus dengan resep dokter.

tanda obat

Indikasi maksudnya : obat ini diberikan untuk penyakit yang disebutkan.
Kontra indikasi maksudnya: jangan berikan obat ini untuk hal yang disebutkan.
Efek samping: sudah tahu kan maksudnya, gak perlu dijelaskan lagi.

Perhatikan tanggal kadaluarsanya.
Minumlah sesuai dosisnya.
Perhatikan obat dengan lebih dari 1 macam komponen (multi farmasi), sesuaikan dengan indikasinya.

  • Jangan berharap kesembuhan instan dari obat, penyembuhan butuh waktu
  • Jangan minum obat sembarangan, kerusakan hati dan ginjal taruhannya
  • Umumnya 3 hari harus sudah membaik, kalau belum sebaiknya ke dokter, mungkin ada sesuatu yang perli diperhatikan lebih jauh

Cara minum obat jantung sublingual

Bagi yang pernah kena serangan jantung tentu pernah meminum obat anti angina, yaitu gejala serangan jantung, dada sakit, sesak napas, nyeri menjalar ke lengan kiri, leher dan rahang.

angina

Pertama yang dilakukan adalah meminum tablet nitrat dengan nama generik isosorbid dinitrat (isdn), biasanya dengan merek dagang Cedocard dll.

Cara mengkonsumsinya adalah tablet diletakkan di bawah lidah dan dibiarkan meleleh (sublingual). Dengan cara ini obat akan bekerja dalam 2 menit dan bekerjanya bertahan selama 2 sampai 3 jam.

Bandingkan jika dikonsumsi secara oral (diminum), maka obat mulai bekerja setelah 20 sampai 30 menit kemudian dan obat akan bekerja selama 4 jam.

Diambil dari uraian farmakologi Cedocard. http://www.farmasiku.com/index.php?target=products&product_id=30029

Kebutuhan garam per hari

Sebenarnya kebutuhan garam per hari tidaklah banyak. Tapi bukan berarti tidak makan garam sama sekali lo.

Mengkonsumsi garam secara berlebihan dapat mengakibatkan bengkak / oedema dan darah tinggi / hipertensi. Ini disebabkan oleh karena garam sifatnya sangat menyerap air, sehingga bisa menyedot cairan dalam sel keluar. Nah, karena banyak cairan keluar sel, maka tekanan osmotik meningkat, terjadilah hipertensi. Oleh karena itu konsumsi mineral natrium berlebihan menjadi salah satu penyebab hipertensi.

Kelebihan natrium juga mengakibatkan kekurangan kalium yang akhirnya mengganggu kerja jantung dan memperlambat hantaran saraf (kurang respon alias telmi).

Di bawah saya sajikan tabel kebutuhan garam:

Umur (th) Natrium (mg) Garam Dapur (mg)
Bayi    
0-1/2 115-350 39-119
1/2-1 250-750 85-255
     
Anak-anak & Remaja  
1-3 325-975 110,5-331,5
4-6 450-1.350 153-459
7-10 600-1.800 204-612
 > 10  900-2.700  306-918
   
Dewasa 1.100-3.300 374-1.122
=3/5-2 sendok teh peres

Diambil dari buku: Makan Enak untuk Hidup Sehat, Bahagia & Awet Muda Oleh Wied Harry Apriadji terbitan Gramedia, bukunya bagus, silakan beli.

Haus, rasa yang sering diremehkan

Mungkin pernyataan saya betul ya … bahwa orang lebih mementingkan untuk makan walaupun sebenarnya belum merasa lapar betul, daripada minum walaupun belum merasa haus benar.

Padahal biarpun tidak haus, kebutuhan akan air harus dipenuhi, yaitu sekitar 1,5 sampai 2 liter per hari, bisa ditambah kalau banyak mengeluarkan cairan, misal olah raga.

Bayangkan kalau seluncuran tidak dialiri air, jangankan lancar turunnya, kulit pantat-pun akan terasa panas sesampainya di bawah. Begitulah kira-kira metabolisme yang akan terjadi kalau air dalam tubuh tidak cukup.

Jadi minumlah sesuai kebutuhan karena dehidrasi adalah salah saru penyebab gangguan fungsi ginjal.

seluncur air
Gambar diambil dari http://lautze.files.wordpress.com/2008/10/seluncuran.jpg

Sebagian tulisan diambil dari Buku “YOU: The Owner’s Manual” karangan Mehmet C. Oz MD, guru besar bedah thoraks & kardiovaskuler & Michael F. Roizen MD. professor of medicine at the Cleveland Clinic Lerner College of Medicine

Apa beda Imunisasi dengan Vaksinasi?

Semua orang sudah tahu bahwa tujuannya memberi kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu.

Lalu apa bedanya?

Kalau imunisasi maksudnya adalah yang saya sebutkan di kalimat pertama di atas.

Sedangkan vaksinasi adalah proses memasukkan vaksin / kuman yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh. Jadwal imunisasi anak bisa dilihat di sini.
vaksin
gambar diambil dari http://www.indomedia.com/intisari/1998/mei/images/polio.jpg

Tahukah kamu, spesialisasi dokter gigi

Jadi jangan salah ya kalau ke dokter gigi spesialis.
Tabel Spesialisasi Kedokteran Gigi:

No Spesialisasi Titel Lingkup Keahlian
1 Bedah Mulut Sp.BM cabut gigi dan operasi tumor
2 Penyakit Mulut Sp.PM penyakit rongga mulut, gusi dan gigi
3 Konservasi Gigi Sp.KG penambalan, jaket gigi, perawatan saluran akar gigi dan perawatan urat saraf gigi
4 Kedokteran Gigi Anak Sp.KGA kedokteran gigi anak
5 Prostodonsia Sp.Pros gigi tiruan
6 Periodonsia Sp.Perio jaringan gusi, gusi bengkak dan penyangga gigi
7 Ortodonti Sp.Ort meratakan dan merapikan gigi, kawat gigi