Pekerjaan

Ujian Cinta Suami

Cinta suami kepada istrinya akan diuji dalam kondisi ini:

1. Saat suami jadi lebih kaya.
Ketika seorang suami jadi lebih kaya padahal sebelumnya pas-pasan saja, disitu dia diuji apakah ia tetap mencintai istrinya seperti semula atau tidak. Jika suami tetap mencintai istrinya yang telah menemaninya berjuang sejak masa susah, terbuktilah kualitas dan kemuliaannya.

2. Saat istri tak cantik lagi.
Istri tak secantik dulu, kulitnya tak semulus dulu. Apalagi saat itu kadang lelaki memasuki masa “puber ke dua”. Saat itulah cinta suami diuji. Karenanya Rasulullah SAW mewasiatkan agar ketika menikah, seorang lelaki menjadikan agama sebagai alasan utama, bukannya kecantikan, karena kecantikan bisa pudar.

3. Ketika istri tidak kunjung hamil.
Sudah bertahun-tahun menikah, istri belum hamil juga. Ini juga ujian cinta bagi suami. Apakah ia bisa bersabar serta berbaik sangka kepada Allah SWT dan tetap mencintai istrinya, atau justru cintanya kandas.

4. Ketika istri sakit lama.
Saat istri sakit, apalagi dalam waktu yang agak lama, di situlah ujian cinta. Apakah cinta suami bertahan, atau justru ia mencampakkan cinta teman sejati yang selama ini selalu ada saat dibutuhkan.

5. Ketika istri mengandung dan melahirkan.
Umumnya wanita yang hamil dan melahirkan tubuhnya akan berubah bentuk. Tak lagi langsing, tak lagi seksi. Bagi sebagian laki-laki ini adalah ujian cinta, apakah ia tetap mencintai istri sepenuh hati atau justru cintanya banyak berkurang.

Mbah Jum (Dari FB)

Begitulah beliau dipanggil. Aku sempat bertemu dengannya 5 tahun yang lalu saat berlibur di Kasian Bantul Yogyakarta. Nama desanya saya lupa.

Mbah Jum seorang tuna netra yang berprofesi sebagai pedagang tempe. Setiap pagi beliau dibonceng cucunya ke pasar untuk berjualan tempe. Sesampainya dipasar tempe segera digelar. Sambil menunggu pembeli datang, disaat pedagang lain sibuk menghitung uang dan ngerumpi dengan sesama pedagang, mbah Jum selalu bersenandung sholawat. Cucunya meninggalkan mbah Jum sebentar, karena ia juga bekerja sebagai kuli panggul di pasar itu. Dua jam kemudian, cucunya datang kembali untuk mengantar simbahnya pulang ke rumah. Tidak sampai 2 jam dagangan tempe mbah Jum sudah habis ludes. Mbah Jum selalu pulang paling awal dibanding pedagang lainnya. Sebelum pulang mbah Jum selalu meminta cucunya menghitung uang hasil dagangannya dulu. Bila cucunya menyebut angka lebih dari 50 ribu rupiah, mbah Jum selalu minta cucunya mampir ke masjid untuk memasukkan uang lebihnya itu ke kotak amal.

Saat ku tanya : “kenapa begitu ?”

“karena kata simbah modal simbah bikin tempe Cuma 20 ribu. Harusnya simbah paling banyak dapetnya yaa 50 ribu. Kalau sampai lebih berarti itu punyanya gusti Allah, harus dikembalikan lagi. Lha rumahnya gusti Allah kan di masjid mbak, makanya kalau dapet lebih dari 50 ribu, saya diminta simbah masukin uang lebihnya ke masjid.”

“Lho, kalo sampai lebih dari 50 ribu, itu kan hak simbah, kan artinya simbah saat itu bawa tempe lebih banyak to?” Tanyaku lagi

“Nggak mbak. Simbah itu tiap hari bawa tempenya ga berubah-ubah jumlahnya sama.” Cucunya kembali menjelaskan padaku.
“Tapi kenapa hasil penjualan simbah bisa berbeda-beda ?” tanyaku lagi

“Begini mbak, kalau ada yang beli tempe sama simbah, karena simbah tidak bisa melihat, simbah selalu bilang, ambil sendiri kembaliannya. Tapi mereka para pembeli itu selalu bilang, uangnya pas kok mbah, ga ada kembalian. Padahal banyak dari mereka yang beli tempe 5 ribu, ngasih uang 20 ribu. Ada yang beli tempe 10 ribu ngasih uang 50 ribu. Dan mereka semua selalu bilang uangnya pas, ga ada kembalian. Pernah suatu hari simbah dapat uang 350 ribu. Yaaa 300 ribu nya saya taruh dikotak amal masjid.” Begitu penjelasan sang cucu.

Aku melongo terdiam mendengar penjelasan itu. Disaat semua orang ingin semuanya menjadi uang, bahkan kalau bisa kotorannya sendiripun disulap menjadi uang, tapi ini mbah Jum…?? Aahhh…. Logikaku yang hidup di era kemoderenan jahiliyah ini memang belum sampai.

Sampai rumah pukul 10:00 pagi beliau langsung masak untuk makan siang dan malam. Ternyata mbah Jum juga seorang tukang pijat bayi (begitulah orang di kampung itu menyebutnya). Jadi bila ada anak-anak yang dikeluhkan demam, batuk, pilek, rewel, kejang, diare, muntah-muntah dan lain-lain, biasanya orang tua mereka akan langsung mengantarkan ke rumah mbah Jum. Bahkan bukan hanya untuk pijat bayi dan anak-anak, mbah Jum juga bisa membantu pemulihan kesehatan bagi orang dewasa yang mengalami keseleo, memar, patah tulang, dan sejenisnya. Mbah Jum tidak pernah memberikan tarif untuk jasanya itu, padahal beliau bersedia diganggu 24 jam bila ada yang butuh pertolongannya. Bahkan bila ada yang memberikan imbalan untuk jasanya itu, ia selalu masukan lagi 100% ke kotak amal masjid. Ya ! 100% ! anda kaget? sama, saya juga kaget.

Ketika aku kembali bertanya : “kenapa harus semuanya dimasukkan ke kotak amal ?”

mbah Jum memberi penjelasan sambil tersenyum :
“Kulo niki sakjane mboten pinter mijet. Nek wonten sing seger waras mergo dipijet kaleh kulo, niku sanes kulo seng ndamel seger waras, niku kersane gusti Allah. Lha dadose mbayare mboten kaleh kulo, tapi kaleh gusti Allah.” (Saya itu sebenarnya nggak pinter mijit. Kalau ada yang sembuh karena saya pijit, itu bukan karena saya, tapi karena gusti Allah. Jadi bayarnya bukan sama saya, tapi sama gusti Allah).

Lagi-lagi aku terdiam. Lurus menatap wajah keriputnya yang bersih. Ternyata manusia yang datang dari peradaban kapitalis akan terkaget-kaget saat dihadapkan oleh peradaban sedekah tingkat tinggi macam ini. Dimana di era kapitalis orang sekarat saja masih bisa dijadikan lahan bisnis. Jangankan bicara GRATIS dengan menggunakan kartu BPJS saja sudah membuat beberapa oknum medis sinis.

Mbah Jum tinggal bersama 5 orang cucunya. Sebenarnya yang cucu kandung mbah Jum hanya satu, yaitu yang paling besar usia 20 tahun (laki-laki), yang selalu mengantar dan menemani mbah Jum berjualan tempe di pasar. 4 orang cucunya yang lain itu adalah anak-anak yatim piatu dari tetangganya yang dulu rumahnya kebakaran. Masing-masing mereka berumur 12 tahun (laki-laki), 10 tahun (laki-laki), 8 tahun (laki-laki) dan 7 tahun (perempuan).

Dikarenakan kondisinya yang tuna netra sejak lahir, membuat mbah Jum tidak bisa membaca dan menulis, namun ternyata ia hafal 30 juz Al-Quran. Subhanallah…!! Cucunya yang paling besar ternyata guru mengaji untuk anak-anak di kampung mereka. Ke-4 orang cucu-cucu angkatnya ternyata semuanya sudah khatam Al-Quran, bahkan 2 diantaranya sudah ada yang hafal 6 juz dan 2 juz.

“Kulo niki tiang kampong. Mboten saget ningali nopo-nopo ket bayi. Alhamdulillah kersane gusti Allah kulo diparingi berkah, saget apal Quran. Gusti Allah niku bener-bener adil kaleh kulo.” (saya ini orang kampong. Tidak bisa melihat apapun dari bayi. Alhamdulillah kehendak gusti Allah, saya diberi keberkahan, bisa hafal Al-Quran. Gusti Allah itu benar-benar adil sama saya).

Itu kata-kata terakhir mbah Jum, sebelum aku pamit pulang. Kupeluk erat dia, kuamati wajahnya. Kurasa saat itu bidadari surga iri melihat mbah Jum, karena kelak para bidadari itu akan menjadi pelayan bagi mbah Jum.

Matur nuwun mbah Jum, atas pelajaran sedekah tingkat tinggi 5 tahun yang lalu yang sudah simbah ajarkan pada saya di pelosok desa Yogyakarta.

SILAHKAN SHARE ATAU COPAS UNTUK KEBAIKAN DAN KEBAJIKAN…

Kisah diatas bukan lah kisah seorang Ulama ataupun Waliyullah. Hanya kisah seorang perempuan biasa yang mampu membuat iri seluruh penghuni Alam.

Repost: Irene Radjiman

Lebih Baik Malu Daripada Mati

Mr. Sandwich adalah seorang milyuner Thailand yang jatuh miskin saat krisis ekonomi Asia tahun 1997, lalu ia menjadi penjaja sandwich jalanan.

Sirivat Voravetvuthikun, nama asli Mr. Sandwich, tadinya hidup super mewah sebagai pengembang properti dan pemain saham. Ia biasa berjudi, dan pernah menghabiskan Rp. 2 milyar dalam semalam.

Saat krisis, bank menyita seluruh propertinya, namun Sirivat masih berhutang Rp. 180 milyar. Ia sempat depresi, tetapi tidak bunuh diri seperti beberapa pengusaha lain yang bangkrut saat itu. Sirivat menyalahkan dirinya karena terlalu rakus berhutang untuk bisnis.

Tetapi ia menerima kenyataan lalu memutuskan untuk berjualan sandwich di pinggir jalan dengan sebuah kardus yang dikalungkan di lehernya.

Hari pertama, ia harus menahan malu mendengar orang bertanya, Anda kan multi milyuner, mengapa berjualan sandwich? Ia menjual 40 sandwich hari itu. Ia pernah dikejar-kejar polisi karena berjualan di pinggir jalan.

Kini usaha sandwich-nya bernilai lebih dari Rp. 45 milyar, meluas menjadi usaha restoran dan minuman kaleng. Ia berencana membuka warabala serta mendaftarkan bisnisnya di bursa saham.

Walaupun sangat sulit, Mr. Sandwich menerima hidup apa adanya. Ia berkisah, ada seorang pengusaha menembak diri gara-gara bangkrut, tetapi ia tidak meninggal justru lumpuh!

Motto Mr. Sandwich, “Lebih baik bangkrut daripada mati.”

Keberhasilannya ini didukung oleh kemampuannya mengelola emosi negatif (malu, menyesal, depresi, dll). Ia tidak berandai-andai (“Coba waktu itu saya…”), karena ini tidak akan menyelesaikan masalah.

Fokus pada kegagalan justru akan membuat seseorang bertambah gagal. Fokuslah pada masa depan.

Kata Nelson Mandela: “Jangan nilai aku dengan kesuksesanku, tetapi dari berapa kali aku jatuh dan bangkit kembali.”

SUATU SAAT KEHIDUPAN MEMBERIKU SEBUAH KOTAK PENUH KEGELAPAN. BUTUH BERTAHUN-TAHUN BAGIKU UNTUK MENGERTI, BAHWA INIPUN SEBUAH HADIAH (Mary Oliver, adapted)

Life once gave me a box full of darkness. It took me years to understand that this, too, was a gift.

Tetap Semangat …Dreamchaser !!!

Kelapa Hijau Obat Batu Ginjal

HANCURKAN BATU GINJAL DENGAN AIR KELAPA

Tuhan Maha Adil.

Orang kaya mengatasi batu ginjal sampai harus ke Amerika. Ini pengalaman Pak Dahlan Iskan yang ditulis hari ini dalam Disway.id.

Orang miskin, cukup dengan minum kelapa hijau. Tokcer. Segar, lezat, dan ampuh.

Batu ginjal luruh berkeping-keping seperti gamping disiram air. Lalu keluar deras bersama air kencing.

Ini pengalaman saya dan entah berapa banyak yang sudah membuktikan.

Sebetulnya sebagian tulisan ini adalah komentar saya atas tulisan Pak Dahlan yang dishare hari ini. Gara-gara ini ada beberapa teman yang inbox minta resepnya.

Baiklah. Sebelumnya ijinkan saya berkisah dulu.

Pada tahun 2001, sore maghrib itu, saya mengalami sakit yang luar biasa saat buang air kecil. Mampet. Panas dingin menahan sakitnya. Air kencing sampai berdarah.

Ternyata itu yang disebut batu ginjal.

Sebelumnya saya hanya melihat kakak saya sampai menangis menderita hal yang sama. Setelah mencoba berbagai obat dan tidak mempan, kakak saya itu akhirnya mendapat resep jitu. Resep para leluhur.

Dengan resep tersebut, saya sembuh. Tidak pakai lama. Minum abis maghrib, di pagi subuh saat buar air kecil mak byooor. Amazing tenan.

Beberapa tahun berikutnya, saat mudik lebaran, ada kerabat yang bercerita kalau mau operasi batu ginjal. Rasa sakit dia rasakan makin sakit saja. Itu karena ditambah dengan memikirkan biaya operasinya.

Saya katakan: “Tenang. Nggak usah cemas”. Lalu saya berikan resep ampuh pemunah batu kristal itu.

Lebaran tahun berikutnya, ia bercerita dengan penuh suka cita. Resep yang saya berikan itu telah membebaskan dia dari meja operasi. Kisah itu pun viral di desa sana.

Begitulah. Setiap ada yang menderita batu ginjal, saya berikan resep ini. Entah sudah berapa banyak orang. Dan sejauh ini belum ada yang gagal.

Nah. Ini dia resep mujarab penghancur batu ginjal itu.

Silahkan petik, manjat pohonnya, atau beli kelapa hijau di pasar. Biar tidak repot mintalah penjual sekalian memangkas bagian atasnya agar nanti mudah membuat lubang.

Oh iya. Anda harus paham. Yang namanya kelapa hijau asli, sabutnya justru berwarna merah seperti di foto ini.

Caranya, masaklah air di panci hingga mendidih. Setelah mendidih matikan kompor. Kemudian masukkan kelapa hijau itu utuh ke dalam panci berisi air mendidih itu. Lalu tutup. Diamkan selama 10 menit.

Selama 10 menit itu, silahkan dibolak-balik posisinya agar merata. Setelah itu, angkat kelapa hijau dari panci. Segera lubangi ujung atas kelapa itu dan tuangkan airnya ke dalam gelas.

Sekarang minum airnya. Rasanya sungguh lezat dan segar. Setelah itu, silahkan tidur.

Saat terbangun di pagi subuh, Anda akan terasa ingin buang air. Kini warna air kencing itu bukan coklat atau kuning lagi.

Tetapi berwarna serperti air susu. Itu adalah batu ginjal yang sudah hancur.

Lakukan hal itu maksimal tiga kali saja. Pengalaman saya, dengan dua kali minum, batu itu sudah hilang.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10155704160161864&id=593706863

Nice Story

https://www.quora.com/What-does-it-feel-like-to-have-100-million-rupiahs-monthly-income-in-Indonesia/answers/99601620?share=0d718559&srid=xu7C

What does it feel like to have 100 million rupiahs monthly income in Indonesia?

Answered Sep 15, 2018 · Upvoted by Nicholas Nevan Kurniawan, lives in Jakarta (2005-present) and Budi Isnadi, lived in Jakarta (1993-2014)

I’m on my mid 30s, a mid level management at one of multinational company, living in Indonesia (not as expat), and my annual salary (13 months salary + a neglectable amount of bonus) divided by 12 is a bit over Rp.100 Million/month.

But before I give the nugget, let me start with how things evolve:

I graduated from Chemical Engineering dept and work in one of Chemical company. My first salary is above 10mio and I live happily. At the first few month, I feel that I have very high salary while my monthly spending is less than 3mio, then I started to realize I can buy some items I used to dream of… New gadgets, stay at 4* hotels, etc until a year later I realized my salary is no longer high.

I started moving from one to another job with intention to get higher salary. What you need to know is, when you are at certain salary level or position, you will have your network expanding to a new level (you will start having friends at equal/higher position at competitors, friends with equal/higher salary, and start understanding there are jobs that offer higher salary -though you may need to work harder-). Typically when I moved from one to another job, it gives me 30%-100% raise… and soon before you realize, in 10 years I landed in Rp billion-level annual salary.

What happen is, everytime my salary increased, so is my lifestyle adjusted. I now feel the needs to go 4-5* hotel wherever I go because of security and cleaniless standard, better car, better homes, etc. Why? Because you think you can afford it. Instead of buying a house in a second-tier housing estate, I took a home loan in higher class surrounding (which does not come cheap in monthly payment). While most of my salary also goes to future investment, Over time I feel that my salary is no longer enough…

So comparing my first and current salary profile spending is probably below:

Before (10mio/month, bachelor) –

30% – living expenses, 40% – investment+pay home loan, 20% have fun (vacation, consumptive purchases, etc), 10% others

Now (~100mio+/month, married) –

40% – living expenses, 40% – investment+pay new home loan, 15% have fun (vacation, consumptive purchases, etc), 5% others.

So, the conclusion is… when you think you will feel more flexible at higher salary, it doesnt work that way. As your salary increased, so does your lifestyle or how you see a new standard to certain things. What used to be a lavish thing is now become regular needs. The feeling of insecurity will remains and the needs to go higher is imminent, which is a human nature.

If you ever think something like “if I have 100 mio/month salary, I will start focus in religion” is also a false paradigm. Focus in religion shall be started no matter what your salary. If you dont practice a good religion when your salary is 5mio, it won’t change when your salary become 100mio.

Memotong Hewan Qurban Dan Doa Hari Arofah

Tatacara Sholat ‘Idul Adha

  • seperti sholat biasa 2 rakaat
  • setelah takbirotul ihrom membaca doa istiftah di rokaat pertama
  • ada tambahan takbir 7 x setelah takbirotul ihrom di rokaat pertama dan 5 x di rokaat ke 2 setelah takbir transisi setelah sujud
  • mengangkat tangan setiap takbir
  • boleh membaca subhaanalloohi, walhamdulillaahi, wa laa ilaahaillallooh wallaahu akbar diantara takbir tambahan tadi
  • membaca ta’awudz di rokaat pertama sebelum membaca Al-Fatihah

Mandi. Memakai wewangian untuk laki-laki saja. Tidak makan dulu.

Hukum Sholat ‘Id sunnah muakadah. Bahkan menurut Ibnu Taimiyah adalah wajib.

Disarikan dari video Ustadz Khalid Basalamah dan Ustadz Muh Abduh Tuasikal

Bacaan Takbir

  • Alloohu akbar, Alloohu akbar, Alloohu akbar, laa ilaaha illalloohu walloohu akbar, Alloohu akbar wa lillaahilhamd. (Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar, tiada Tuhan selain Allah dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji hanya bagi Allah)
  • Alloohu akbar kabiiroo walhamdulillaahi katsiiroo, wasubhaanalloohi bukrotaw wa ashiillaa. (Allah maha besar dan juga sempurna kebesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore)
  • Laa ilaaha illalloohu wa laa na’budu illaa iyyaah, mukhlishiina lahuddiin walau karihal kaafiruun. (Tiada Tuhan selain Allah dan tiada yang kami sembah selain kepada-Nya, kami memurnikan agama Islam meskipun orang kafir membencinya)
  • Laa ilaaha illalloohu wahdah, shodaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa a’azza jundah, wahazamal ahzaaba wahdah. (Tiada Tuhan selain Allah dengan ke-esaan-Nya. Dia maha menepati janji, dan menolong hamba-hamba-Nya, memuliakan bala tentara-Nya dan menghancurkan musuh-musuh dengan ke-esaan-Nya)
  • Laa ilaaha illalloohu walloohu akbar, Alloohu akbar walillaahil hamd. (Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah)