Kelapa Hijau Obat Batu Ginjal

HANCURKAN BATU GINJAL DENGAN AIR KELAPA

Tuhan Maha Adil.

Orang kaya mengatasi batu ginjal sampai harus ke Amerika. Ini pengalaman Pak Dahlan Iskan yang ditulis hari ini dalam Disway.id.

Orang miskin, cukup dengan minum kelapa hijau. Tokcer. Segar, lezat, dan ampuh.

Batu ginjal luruh berkeping-keping seperti gamping disiram air. Lalu keluar deras bersama air kencing.

Ini pengalaman saya dan entah berapa banyak yang sudah membuktikan.

Sebetulnya sebagian tulisan ini adalah komentar saya atas tulisan Pak Dahlan yang dishare hari ini. Gara-gara ini ada beberapa teman yang inbox minta resepnya.

Baiklah. Sebelumnya ijinkan saya berkisah dulu.

Pada tahun 2001, sore maghrib itu, saya mengalami sakit yang luar biasa saat buang air kecil. Mampet. Panas dingin menahan sakitnya. Air kencing sampai berdarah.

Ternyata itu yang disebut batu ginjal.

Sebelumnya saya hanya melihat kakak saya sampai menangis menderita hal yang sama. Setelah mencoba berbagai obat dan tidak mempan, kakak saya itu akhirnya mendapat resep jitu. Resep para leluhur.

Dengan resep tersebut, saya sembuh. Tidak pakai lama. Minum abis maghrib, di pagi subuh saat buar air kecil mak byooor. Amazing tenan.

Beberapa tahun berikutnya, saat mudik lebaran, ada kerabat yang bercerita kalau mau operasi batu ginjal. Rasa sakit dia rasakan makin sakit saja. Itu karena ditambah dengan memikirkan biaya operasinya.

Saya katakan: “Tenang. Nggak usah cemas”. Lalu saya berikan resep ampuh pemunah batu kristal itu.

Lebaran tahun berikutnya, ia bercerita dengan penuh suka cita. Resep yang saya berikan itu telah membebaskan dia dari meja operasi. Kisah itu pun viral di desa sana.

Begitulah. Setiap ada yang menderita batu ginjal, saya berikan resep ini. Entah sudah berapa banyak orang. Dan sejauh ini belum ada yang gagal.

Nah. Ini dia resep mujarab penghancur batu ginjal itu.

Silahkan petik, manjat pohonnya, atau beli kelapa hijau di pasar. Biar tidak repot mintalah penjual sekalian memangkas bagian atasnya agar nanti mudah membuat lubang.

Oh iya. Anda harus paham. Yang namanya kelapa hijau asli, sabutnya justru berwarna merah seperti di foto ini.

Caranya, masaklah air di panci hingga mendidih. Setelah mendidih matikan kompor. Kemudian masukkan kelapa hijau itu utuh ke dalam panci berisi air mendidih itu. Lalu tutup. Diamkan selama 10 menit.

Selama 10 menit itu, silahkan dibolak-balik posisinya agar merata. Setelah itu, angkat kelapa hijau dari panci. Segera lubangi ujung atas kelapa itu dan tuangkan airnya ke dalam gelas.

Sekarang minum airnya. Rasanya sungguh lezat dan segar. Setelah itu, silahkan tidur.

Saat terbangun di pagi subuh, Anda akan terasa ingin buang air. Kini warna air kencing itu bukan coklat atau kuning lagi.

Tetapi berwarna serperti air susu. Itu adalah batu ginjal yang sudah hancur.

Lakukan hal itu maksimal tiga kali saja. Pengalaman saya, dengan dua kali minum, batu itu sudah hilang.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10155704160161864&id=593706863

Nice Story

https://www.quora.com/What-does-it-feel-like-to-have-100-million-rupiahs-monthly-income-in-Indonesia/answers/99601620?share=0d718559&srid=xu7C

What does it feel like to have 100 million rupiahs monthly income in Indonesia?

Answered Sep 15, 2018 · Upvoted by Nicholas Nevan Kurniawan, lives in Jakarta (2005-present) and Budi Isnadi, lived in Jakarta (1993-2014)

I’m on my mid 30s, a mid level management at one of multinational company, living in Indonesia (not as expat), and my annual salary (13 months salary + a neglectable amount of bonus) divided by 12 is a bit over Rp.100 Million/month.

But before I give the nugget, let me start with how things evolve:

I graduated from Chemical Engineering dept and work in one of Chemical company. My first salary is above 10mio and I live happily. At the first few month, I feel that I have very high salary while my monthly spending is less than 3mio, then I started to realize I can buy some items I used to dream of… New gadgets, stay at 4* hotels, etc until a year later I realized my salary is no longer high.

I started moving from one to another job with intention to get higher salary. What you need to know is, when you are at certain salary level or position, you will have your network expanding to a new level (you will start having friends at equal/higher position at competitors, friends with equal/higher salary, and start understanding there are jobs that offer higher salary -though you may need to work harder-). Typically when I moved from one to another job, it gives me 30%-100% raise… and soon before you realize, in 10 years I landed in Rp billion-level annual salary.

What happen is, everytime my salary increased, so is my lifestyle adjusted. I now feel the needs to go 4-5* hotel wherever I go because of security and cleaniless standard, better car, better homes, etc. Why? Because you think you can afford it. Instead of buying a house in a second-tier housing estate, I took a home loan in higher class surrounding (which does not come cheap in monthly payment). While most of my salary also goes to future investment, Over time I feel that my salary is no longer enough…

So comparing my first and current salary profile spending is probably below:

Before (10mio/month, bachelor) –

30% – living expenses, 40% – investment+pay home loan, 20% have fun (vacation, consumptive purchases, etc), 10% others

Now (~100mio+/month, married) –

40% – living expenses, 40% – investment+pay new home loan, 15% have fun (vacation, consumptive purchases, etc), 5% others.

So, the conclusion is… when you think you will feel more flexible at higher salary, it doesnt work that way. As your salary increased, so does your lifestyle or how you see a new standard to certain things. What used to be a lavish thing is now become regular needs. The feeling of insecurity will remains and the needs to go higher is imminent, which is a human nature.

If you ever think something like “if I have 100 mio/month salary, I will start focus in religion” is also a false paradigm. Focus in religion shall be started no matter what your salary. If you dont practice a good religion when your salary is 5mio, it won’t change when your salary become 100mio.

Memotong Hewan Qurban Dan Doa Hari Arofah

Tatacara Sholat ‘Idul Adha

  • seperti sholat biasa 2 rakaat
  • setelah takbirotul ihrom membaca doa istiftah di rokaat pertama
  • ada tambahan takbir 7 x setelah takbirotul ihrom di rokaat pertama dan 5 x di rokaat ke 2 setelah takbir transisi setelah sujud
  • mengangkat tangan setiap takbir
  • boleh membaca subhaanalloohi, walhamdulillaahi, wa laa ilaahaillallooh wallaahu akbar diantara takbir tambahan tadi
  • membaca ta’awudz di rokaat pertama sebelum membaca Al-Fatihah

Mandi. Memakai wewangian untuk laki-laki saja. Tidak makan dulu.

Hukum Sholat ‘Id sunnah muakadah. Bahkan menurut Ibnu Taimiyah adalah wajib.

Disarikan dari video Ustadz Khalid Basalamah dan Ustadz Muh Abduh Tuasikal

Bacaan Takbir

  • Alloohu akbar, Alloohu akbar, Alloohu akbar, laa ilaaha illalloohu walloohu akbar, Alloohu akbar wa lillaahilhamd. (Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar, tiada Tuhan selain Allah dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji hanya bagi Allah)
  • Alloohu akbar kabiiroo walhamdulillaahi katsiiroo, wasubhaanalloohi bukrotaw wa ashiillaa. (Allah maha besar dan juga sempurna kebesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore)
  • Laa ilaaha illalloohu wa laa na’budu illaa iyyaah, mukhlishiina lahuddiin walau karihal kaafiruun. (Tiada Tuhan selain Allah dan tiada yang kami sembah selain kepada-Nya, kami memurnikan agama Islam meskipun orang kafir membencinya)
  • Laa ilaaha illalloohu wahdah, shodaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa a’azza jundah, wahazamal ahzaaba wahdah. (Tiada Tuhan selain Allah dengan ke-esaan-Nya. Dia maha menepati janji, dan menolong hamba-hamba-Nya, memuliakan bala tentara-Nya dan menghancurkan musuh-musuh dengan ke-esaan-Nya)
  • Laa ilaaha illalloohu walloohu akbar, Alloohu akbar walillaahil hamd. (Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah)

Pascasarjana

Dari FB Kang H Idea

Beberapa orang dengan gelar S2 pernah mengeluh kepada saya, sulit dapat kerja. Saya tanya, kenapa dahulu ambil S2? Mereka memperpanjang studi dengan harapan gelar S2 akan mempermudah jalan mencari kerja.

Salah! Sebagian besar lowongan kerja yang dibuka perusahaan, ditujukan untuk lulusan S1 atau D3. Kalau Anda tidak dapat pekerjaan, itu bukan karena gelar Anda kurang tinggi. Semata karena Anda tidak punya kompetensi. Ingat, perusahaan merekrut orang karena kompetensinya, bukan karena gelarnya.

Saya sering ke kampus, menemukan anak-anak yang sudah di semester akhir, masih belum tahu akan kerja apa, perusahaan apa, dengan job function apa. Mereka tidak tahu kompetensi apa yang mereka butuhkan untuk masuk pasar kerja. IP mereka bisa saja tinggi, tapi mereka tidak tahu akan melakukan apa.

Soal IP ini menarik. Sejak kuliah saya sering menemukan mahasiswa dengan IP tinggi, tapi tidak tahu apa-apa. Itu bisa bermakna bahwa mereka hanya pandai mengerjakan soal-soal ujian, biasanya karena rajin berlatih mengerjakan soal-soal ujian tahun-tahun lalu. Bisa juga bermakna bahwa mereka tidak tahu bagaimana memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah.

Kuliah memang bukan aktivitas menghafal pengetahuan. Kuliah itu yang utama adalah untuk membangun kerangka berpikir. Kita belajar berpikir. Dengan kerangka itu kita bisa terus belajar untuk menambah pengetahuan secara mandiri, juga berpikir untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan, berbasis pada pengetahuan kita. Nah, sangat banyak mahasiswa yang tidak mampu mencapai taraf ini sampai mereka lulus.

Mereka kemudian melanjutkan kesalahan itu dengan masuk ke program S2. Mereka mengira, karena sekarang lulusan S1 sudah sulit dapat kerja, maka lebih baik mempertinggi gelar. Itu perkiraan yang salah besar.

Dalam sebuah kuliah saya di sebuah PTN, hampir separuh peserta adalah mahasiswa S2. Sebagian besar dari mereka mengatakan mau jadi dosen. Saya terhenyak. Bukan karena saya menganggap jadi dosen itu jelek. Saya terhenyak karena saya tahu, lowongan untuk jadi dosen itu tidak banyak. Bisa diduga bahwa sebagian dari mahasiswa S2 ini tidak akan jadi dosen.

Lalu saya ingatkan bahwa untuk jadi dosen sekarang diperlukan kualifikasi S3. Siapkah bertarung untuk mendapatkan beasiswa S3? Saya cek kemampuan bahasa Inggris mereka, minim. Waduh!

Maaf, ini adalah orang-orang yang tak tahu harus pergi ke mana. Terang-terangan saya katakan kepada mereka, ”Jangan jadikan program pascasarjana sebagai sarana untuk memperpanjang masa pengangguran kalian.”

Sekali lagi ingat, Anda dapat kerja karena kompetensi, bukan gelar. Banyak orang yang sukses bekerja tanpa memiliki gelar. Banyak pula orang dengan gelar mentereng, tapi faktanya mereka menganggur. Kalau Anda merasa belum punya kompetensi, berjuanglah untuk menambah kompetensi. Bukan malah melanjutkan kuliah ke program pascasarjana. Pengangguran bergelar S2 sudah terlalu banyak.

Kata Bijak Mutiara Soekarno

1. Tuhan menciptakan bangsa untuk maju melawan kebohongan elit atas. Hanya bangsanya sendiri yang mampu merubah nasib negerinya sendiri.

2. Aku tinggalkan kekayaan alam Indonesia, biar semua negara besar dunia iri dengan Indonesia, dan aku tinggalkan hingga bangsa Indonesia sendiri yang mengolahnya.

3. Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam.

4. Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ”Tuhan tidak merobah nasib sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” [Bung Karno, Pidato HUT Proklamasi, 1964]

5. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. [Ir. Soekarno, Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961]

6. Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat elang rajawali.

7. Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.

8. Laki-laki dan perempuan adalah seperti dua sayap dari seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; Jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.

9. Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.

10. Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.

11. Merdeka hanyalah sebuah jembatan, walaupun jembatan emas.., di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa.., satu ke dunia sama ratap sama tangis!

12. Orang tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia. Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin.

13. Apakah kelemahan kita adalah kurang percaya diri sebaga bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri dan kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah rakyat gotong royong.

14. Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.

15. Bangunlah suatu dunia dimana semuanya bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.

16. Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bistik tapi budak. [Bung Karno, Pidato HUT Proklamasi]

17. Aku lebih suka lukisan samudra yang gelombangnya menggebu-gebu daripada lukisan sawah yang adem ayem tentram.

18. Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat. [Ir. Soekarno, Pidato HUT Proklamasi]

19. Apabila dalam di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.

20. Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta. Masa yang lampau sangat berguna sebagai kaca benggala daripada masa yang akan datang.

21. Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya. [Ir. Soekarno, Pidato HUT Proklamasi 1956]

22. Apakah kita mau Indonesia merdeka, yang kaum Kapitalnya merajalela ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang dan pangan? [Ir. Soekarno Pidato lahirnya Pancasila 1 Juni 1945]

23. Gemah ripah loh jinawi, tata tentram kerta raharja, para kawula iyeg rumagang ing gawe, tebih saking laku cengengilan adoh saking juti. Wong kang lumaku dagang, rinten dalu tan wonten pedote, labet saking tan wonten san sayangi margi. Subur kang sarwa tinandur, murah kang sarwa tinuku. Bebek ayam raja kaya enjang medal ing panggenan, sore bali ing kandange dewe-dewe. Ucapan-dalang dari bapaknya-embahnya-buyutnya-canggahnya, warengnya-udeg-udegnya gantung siwurnya. Bekerja bersatu padu, jauh daripada hasut, dengki, orang berdagang siang malam tiada hentinya, tidak ada halangan di jalan. Inipun menggambarkan cita-cita sosialisme. [Bung Karno, Pidato Hari Ibu 22 Desember 1960]

Itulah sedikit kumpulan Kata Bijak Mutiara Soekarno baik tentang pemuda, kemerdekaan, dan yang lainnya. Semoga bermanfaat dan dapat meningkatkan rasa nasionalisme atau kecintaan kita terhadap bangsa Indonesia.

Rejeki

Mungkin kau tak tahu di mana rejekimu

Tepi rejekimu tahu di mana dirimu

Dari lautan biru, bumi dan gunung

Allah SWT memerintahkannya menujumu

Allah SWT menjamin rejekimu sejak 4 bulan 10 hari kau dalam kandungan

Amatlah keliru bila rejeki dimaknai dari hasil bekerja

Karena bekerja adalah ibadah dan rejeki adalah urusan-Nya

Mengkhawatirkan apa yang dijamin-Nya adalah kekeliruan

Manusia membanting tulang demi angka simpanan gaji yang mungkin esok akan ditinggal mati

Mereka lupa bahwa hakekat rejeki bukanlah yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya

Rejeki tak selalu pada pekerjaan kita, Allah menaruh sekehendak-Nya

Diulang bolak-balik 7x antara Shofa dan Marwa tapi air zam-zam justru muncul dekat kaki bayinya.

Jangan lupa, hakekat rejeki akan ditanya, dari mana dan untuk apa

Karena rejeki adalah hak pakai, halalnya di-hisab haramnya di-azab

Maka jangan kau iri pada rejeki orang lain

Bila kau iri dengan rejeki orang lain, kau juga harus iri dengan takdir matinya

Karena Allah SWT membagi rejeki, jodoh dan usia umat-Nya tanpa bisa tertukar dengan lainnya

Jadi bertawakallah ridho dengan ketentuan-Nya, sehingga apapun itu engkau akan merasa cukup

Selamat bekerja untuk ibadah semata-mata karena Allah SWT.

Zona Waktu

Apakah kamu merasa tidak melakukan apa-apa, sementara yang lain selangkah di depanmu?

Stop berpikir demikian!

New York 3 jam lebih awal daripada California, tapi tidak berarti California lambat.

Ada orang yang masih sendiri, ada yang sudah menikah.

Ada orang yang lulus kuliah di usia 22 th, tapi menunggu 5 tahun untuk bekerja.

Yang lainnya lulus umur 27 th dan langsung bekerja.

Ada yang menjadi CEO di usia 25 th dan meninggal di usia 50 th.

Yang lain menjadi CEO di usia 50 th dan hidup hingga 90 th.

Obama pensiun jadi presiden di usia 55 th, sedangkan Trump menjadi presiden saat usia 70 th.

Itu yang dinamakan Zona Waktu. Setiap orang bekerja dengan “Zona Waktu”-nya masing-masing.

Setiap orang di dunia ini berlari di perlombaannya dan dalam waktunya masing-masing.

Allah SWT punya rencana berbeda untuk masing-masing orang.

Bekerjalah sesuai Zona Waktu-mu.

Jangan iri kepada mereka atau mengejeknya.

Terus berusaha dan berkarya yang terbaik.

Sehingga rencana baik atas hidup Anda, atas kehendak-Nya dapat terjadi.