Suamiku Milik Ibunya

Pagi-pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya.

Dari matanya yang sembab dan merah, ibunya sudah tahu kalau Sarah pasti habis bertengkar lagi dengan suaminya.

Meski heran, karena biasanya Sarah hanya sebatas menelpon sambil menangis jika bertengkar dengan suaminya. Ayah Sarah yang juga keheranan, segera menghampiri Sarah dan menanyakan masalahnya.

Sarah mulai menceritakan awal pertengkarannya dengan suaminya tadi malam. Sarah kecewa karena suaminya telah membohongi Sarah selama ini. Sarah menemukan buku rekening suaminya terjatuh didalam mobil. Sarah baru tahu, kalau suaminya selalu menarik sejumlah uang setiap bulan, di tanggal yang sama. Sementara Sarah tahu, uang yang Sarah terima pun sejumlah uang yang sama.

Berarti sudah 1 tahun lebih, suaminya membagi uangnya, setengah untuk Sarah, setengah untuk yang lain. Jangan-jangan ada wanita lain? Ayah Sarah hanya menghela nafas, wajah bijaksananya tidak menampakkan rasa kaget atau pun marah.

“Sarah, yang pertama, langkahmu datang ke rumah ayah sudah dilaknat Allah dan para MalaikatNya, karena meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu”. Kalimat ayah sontak membuat Sarah kebingungan.

Sarah mengira ia akan mendapat dukungan dari ayahnya. “Yang kedua, mengenai uang suamimu, kamu tidak berhak mengetahuinya. Hakmu hanyalah uang yang diberikan suamimu ke tanganmu. Itu pun untuk kebutuhan rumah tangga. Jika kamu membelanjakan uang itu tanpa izin suamimu, meskipun itu untuk sedekah, itu tak boleh”.

Lanjut ayahnya. “Sarah.., suamimu menelpon ayah dan mengatakan bahwa sebenarnya uang itu memang diberikan setiap bulan untuk seorang wanita. Suamimu tidak menceritakannya padamu, karena kamu tidak suka wanita itu sejak lama. Kamu sudah mengenalnya, dan kamu merasa setelah menikah dengan suamimu, maka hanya kamulah wanita yang memilikinya”.

“Suamimu meminta maaf kepada ayah karena ia hanya berusaha menghindari pertengkaran denganmu. Ayah mengerti karena ayah pun sudah mengenal watakmu”, mata ayah mulai berkaca-kaca.

“Sarah…, kamu harus tahu, setelah kamu menikah maka yang wajib kamu taati adalah suamimu. Jika suamimu ridho kepadamu, maka Allah pun ridho. Sedangkan suamimu, ia wajib taat kepada ibunya. Begitulah Allah mengatur laki-laki untuk taat kepada ibunya. Jangan sampai kamu menjadi penghalang bakti suamimu kepada ibundanya”. “Suamimu, dan harta suamimu adalah milik ibu nya”.

Seorang ibu melahirkan anaknya dengan susah payah dan kesakitan. Kemudian ia membesarkannya hingga dewasa hingga anak laki-lakinya menikah, ia melepasnya begitu saja. Kemudian anak laki-laki itu akan sibuk dengan kehidupan barunya. Bekerja untuk keluarga barunya. Mengerahkan seluruh hidupnya untuk istri dan anak-anaknya. Anak laki-laki itu hanya menyisakan sedikit waktu untuk sesekali berjumpa dengan ibunya. sebulan sekali, atau bahkan hanya1 tahun sekali.

“Kamu yang sejak awal menikah tidak suka dengan ibu mertuamu. Kenapa? Karena rumahnya kecil dan sempit? Sehingga kamu merajuk kepada suamimu bahwa kamu tidak bisa tidur disana. Anak-anakmu pun tidak akan betah disana. Sarah.., mendengar ini ayah sakit sekali”. “Lalu, jika kamu saja merasa tidak nyaman tidur di sana. Bagaimana dengan ibu mertuamu yang dibiarkan saja untuk tinggal disana?”. “Uang itu diberikan untuk ibunya. Suamimu ingin ayahnya berhenti berkeliling menjual gorengan. Dari uang itu ibu suamimu hanya memakainya secukupnya saja, selebihnya secara rutin dibagikan ke anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di kampungnya. Bahkan masih cukup untuk menggaji seorang guru ngaji di kampung itu”, lanjut ayah.

Sarah membatin dalam hatinya, uang yang diberikan suaminya sering dikeluhkannya kurang. Karena Sarah butuh banyak pakaian untuk mengantar jemput anak sekolah.

Sarah juga sangat menjaga penampilannya untuk merawat wajah dan tubuhnya di spa. Berjalan-jalan setiap minggu di mall. Juga berkumpul sesekali dengan teman-temannya di restoran.

Sarah menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya seorang tukang gorengan.

Tukang gorengan yang berhasil menjadikan suaminya seorang sarjana, mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan banyak orang. Berhasil mandiri, hingga Sarah bisa menempati rumah yang nyaman dan mobil yang bisa ia gunakan setiap hari.

“Ayaaah, maafkan Sarah”, tangis sarah meledak.

Ibunda Sarah yang sejak tadi duduk di samping Sarah segera memeluk Sarah. “Sarah, kembalilah ke rumah suamimu. Ia orang baik nak. Bantulah suamimu berbakti kepada orang tuanya. Bantu suamimu menggapai surganya, dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu bisa menghantarkanmu ke surga”.

Ibunda sarah membisikkan kalimat itu ke telinga Sarah. Sarah hanya menjawabnya dengan anggukan, ia menahan tangisnya. Bathinnya sakit, menyesali sikapnya.

Sarahpun pulang menghadap suaminya dan sambil menangis memohon maaf kepada suaminya atas prasangka yang salah selama ini.

Di lain hari, Sarahpun mengikiti suaminya bersilaturahmi kepada ibu kandung suaminya alias mertua dirinya.

Suaminya meneteskan air mata menatap istrinya yang di tangan istrinya tertenteng 4 liter minyak goreng untuk mertuanya. Tetesan air mata suami bukan masalah jumlah liternya tapi karena perubahan istrinya yang senang dan nampak ikhlas hendak datang kepada orang tuanya. Seterusnya Sarah berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya.

Sesekali waktu, Sarah bukan mengajak suaminya ke Mall tapi minta anjangsana ke rumah mertuanya dan juga orang tuanya. Subhanallah….

Semoga para istri tetap mendukung suaminya tuk berbakti pada ibunya.

Dari FB

Dari FB
Eko Bambang Visianto
2 Juli 2017 pukul 21:02

Foto bocah lelaki yang sedang tidur ini aku ambil kemarin, tak lama setelah insiden aku memukulnya gara-gara ia menembak mata si adik dengan pistol mainan.

Sampai dengan umurnya yang memasuki 12 tahun, sepanjang yang aku ingat, aku tak pernah melakukan tindakan secara fisik sekeras itu padanya. Paling jauh memarahinya. Beberapa kali dengan cara yang agak keras dan ia selalu melakukan hal yang sama setelah kumarahi…. menutup pintu kamar dan tidur. Entahlah, aku tak tahu apakah ia juga menangis dalam tidurnya.

Berbeda dengan si adik yang bersifat periang, mudah bergaul, easy going dan membawa keramaian bagi sekitarnya, anakku yang sulung itu memang lebih pendiam, sensitif, tertutup, perasa dan sedikit pemurung. Yang satu extrovert dan yang satunya introvert.

Seperti ungkapan dalam bahasa Jawa yang mengatakan: anak pitik sak petarangan mesti ora ono sing podho. Kurang lebih artinya, anak ayam sekalipun dari induk yang sama tetap akan berbeda (satu dan lainnya).

Aku percaya sepenuhnya pada teori yang menjelaskan bahwa pengalaman dan trauma masa lalu bisa membawa pengaruh terhadap watak, sifat dan perilaku seseorang di masa depannya. Aku melihatnya sendiri kebenaran teori itu pada anak-anakku. Pada Arya dan Lintang yang mengalami masa bayi dan balita yang jauh berbeda.

Lintang itu melewati masa bayi dan balita dalam situasi keluarga yang relatif ideal. Kedua orang tuanya sudah lebih matang secara psikologis dan emosional. Kondisi ekonomi yang lebih mapan. Kami sudah memiliki rumah sendiri. Anak kedua kami itu lebih terawat dan diperhatikan karena kami sudah mampu menggaji 2 orang asisten rumah tangga.

Bundanya pun meski sedang menempuh S-2 di Undip Semarang, selalu berusaha untuk bersama bocah itu sejak pertama kali ditinggal saat berusia 1,5 tahun hingga selesai kuliahnya sekitar 3 tahun kemudian. Selama itu ia selalu pulang ke Bondowoso di hari Sabtu pagi dan balik ke Semarang pada hari Minggu malam. Begitu terus-menerus setiap minggu selama 3 tahun tanpa putus.

Memang berat, melelahkan dan juga mahal. Namun itu ia lakukan karena tak ingin Lintang mengalami nasib yang sama dengan kakaknya.

Masa balita Arya tidaklah sebaik Lintang. Ia lahir dalam kondisi keluarga sebagaimana persoalan klasik yang dihadapi oleh keluarga yang memulai segalanya nyaris dari nol. Kami masih belum punya rumah, masih tinggal di kamar kos. Dalam asuhan orang tua yang masih labil psikologis dan emosinya, kemampuan finansial yang pas-pasan untuk tak mengatakan minus. Saking kecilnya penghasilanku dan istri sampai-sampai kami harus sering makan nasi bungkus. Jika ada lagu dangdut berjudul ‘Sepiring Berdua’, maka aku dan bundanya Arya harus makan sebungkus berdua…. itu benar-benar secara harfiah. Agar lebih kenyang, kami menambahkan beberapa potong gorengan sebagai lauk.

Kami harus irit sedemikian rupa karena gaji yang kami peroleh lebih baik dibelikan susu untuk Arya yang sejak bayi memang tidak minum ASI.

Seakan itu semua belum cukup, ketika usia Arya menginjak 9 bulan, bundanya mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi D-IV Kebidanan di UNS Surakarta. Sebuah pilihan yang teramat sulit namun akulah yang mendorong agar beasiswa itu diambil. Salah satunya karena alasan demi perbaikan ekonomi… agar kami tak selamanya hidup pas-pasan.

Dan itu ada konsekuensinya.

Karena tentu saja tak sanggup mengurusi seorang bayi sendirian, aku terpaksa menitipkan Arya kecil di rumah orang tuaku di Jember, menjadikannya seorang anak “yatim piatu”. Ayahnya di Bondowoso, bundanya di Solo. Itu berlangsung sekian lama hingga suatu hari ibuku menceritakan suatu hal sambil menangis.

Kata beliau, setiap sore bocah itu selalu minta dimandikan lebih awal. Meminta dipakaikan baju bagus dan juga sepatu.
“Kalau ayah datang mau jalan-jalan.” Katanya.

Namun hingga jauh malam ternyata aku tak kunjung datang untuk mengajaknya pergi jalan-jalan. Itu yang kemudian membuat wajahnya murung dan bahkan sampai tak berbicara hingga keesokan paginya. Lalu ia akan pergi tidur dengan baju yang sama tanpa melepas sepatu seakan-akan aku akan mengajaknya pergi jalan-jalan di dalam mimpinya.

Itu terjadi hampir setiap hari. Jika sore tiba anak itu tak pernah lelah menungguku pulang di teras rumah neneknya.

Demi mendengar cerita ibuku, sejak itu, sesibuk apapun aku atau selarut apapun pekerjaanku selesai, mau hujan deras atau penat tubuhku, aku akan tetap memacu motor menempuh jarak 30 kilometer dari Bodowoso ke Jember. Setiap hari.

Itu agar aku dapat menghapus murung di wajah anak pertamaku itu.

Aku mungkin belum terlambat melakukannya, namun sepertinya kesedihan dan kesepian sudah terlanjur membekas di hatinya.

Mungkin itulah yang membuatnya punya sifat seperti sekarang ini.

======

Sebenarnya, kejadian Arya menembak mata Lintang itu adalah murni musibah. Si kakak menakut-nakuti adiknya karena tahu bahwa pistol mainan itu rusak, tak bisa ditembakkan. Siapa menyangka setelah pelatuknya ditekan, sebutir peluru plastik melesat dari moncong mainan rusak itu.

Beruntung karena rusak, lontarannya tak sekuat biasanya. Lintang memang menjerit kesakitan kemudian menangis keras…. namun tak ada akibat yang fatal pada matanya.

Tapi aku sudah terlanjur memukul Arya sekeras itu sambil kemudian mencari apologi pembenaran bahwa semua ayah akan melakukan hal yang sama sepertiku.

Nampaknya aku harus lebih banyak belajar bagaiana menjadi orang tua yang baik. Dan sepertinya aku justru harus belajar pada anak-anakku sendiri.

Tabel Tekanan Darah

Jangan Pernah Menyalahkan Rencana Allah SWT

Dari FB Nanik Sudaryati

Assalamualaikum wr wb

Ada seorang tukang tahu. Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya. Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah.

Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Allah agar dagangannya laris. Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis.

Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya untuk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba-tiba ia terpeleset kecemplung sawah. Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung! Mengeluh ia kepada Allah, bahkan “menyalahkan” Allah, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi. Akhirnya ia pun pulang tidak jadi berdagang.

Tapi dua jam kemudian ia mendengar kabar, bahwa angkot langganannya yang setiap hari ia naiki, pagi itu jatuh ke dalam jurang. Semua penumpangnya tewas! Hanya ia satu-satunya calon penumpang yg selamat, “gara-gara” tahunya jatuh ke sawah, sehingga ia tidak jadi berdagang dan membawa pulang tahu-tahunya yg sudah remek tadi.

Sorenya ada seorang peternak bebek mencari dia dan hendak membeli tahu untuk makanan bebek namun anehnya peternak bebek itu mencari tahu yg rusak/hancur karena hanya utk campuran makanan bebek saja. Spontan bapak itu menangis bahagia karena tahunya yang remek dibeli semua oleh peternak bebek itu.

Sahabatku … Doa tidak harus dikabulkan sesuai permintaan, tapi terkadang diganti oleh Allah dengan sesuatu yang jauh lebih baik daripada yang diminta.

Allah Maha Tahu kebutuhan kita, dibandingkan diri kita sendiri.

Karena itu, janganlah jemu berdoa, juga jangan menggerutu, apalagi mengutuk! “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang manusia tidak mengetahui”.

“Jika Allah menjawab doamu, Ia sedang menambahkan imanmu. Jika Ia menundanya, Ia sedang menambahkan kesabaranmu. Jika Ia tidak menjawab doamu, Ia sedang mempersiapkan yang terbaik untukmu.”
Alhamdulillah

WA dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia)

Buat saudaraku, ini untuk mengingatkan kembali jangan malas baca. Cara Penyembuhan Penyakit dengan buah buahan/sayur-mayur yang ada di sekitar kita:

  1. Wanita dilarang menarik barang beban, wanita harus mendorong.
  2. Jalan 50 langkah memperbaiki tulang tubuh, menaiki 20 anak tangga memperbaiki tulang lutut.
  3. Kopi tidak disarankan bagi wanita, karena dapat menyebabkan Osteoporosis dan mempercepat menopause.
  4. Rebus 10 helai daun Salam dengan 2 gelas air, minum tiap hari selama 12 hari untuk menurunkan kolestrol dan darah tinggi.
  5. Penyebab darah tinggi adalah kekurangan kalium. Semangka, timun adalah sumber Kalium (disarankan Semangka Kuning).
  6. Jus pear + stroberi 4 buah menaikkan daya tahan tubuh.
  7. Anggur hitam Menguatkan Jantung, Anggur Hijau melangsingkan Tubuh, Anggur Merah melebarkan Pembuluh darah (agar tdk tersumbat / anti Kolestrol).
  8. Labu kuning baik untuk mempertajam daya ingat anak, dimakan wanita hamil lebih baik. Untuk pria Dewasa, Pumpkin berguna untuk menghasilkan Sperma berkualitas.
  9. Pisang untuk yang sering kram dan Kesemutan.
  10. Manggis paling baik untuk tulang.
  11. Paprika menyembuhkan Diabetes, Sakit Tulang dan anti Kanker.
  12. Apel + buncis di juice bersama dapat menjadi obat Pankreas/Diabetes.
  13. Makan sayuran hijau Siang hari anti Stroke.
  14. Sayur memastikan Protein tidak menjadi Kanker.
  15. Sayur memastikan Karbo tidak menjadi Diabetes

Panduan Kesehatan

  1. Sering makan lalu tidur bisa kena Kanker Lambung karena Maag tidak dapat istirahat
  2. Hanya boleh makan Empat butir telur per minggu, selebihnya tdk baik
  3. Pantat Ayam mengandung Karsinogen (Penyebab Kanker), jangan makan Pantat Ayam
  4. Makan buah seharusnya Before meal, bukan After Meal
  5. Saat Haid jangan minum teh apalagi teh hijau, sebaiknya makan sesuatu yang bisa Nambah Darah
  6. Jangan terlalu banyak minum susu kacang, jangan pake telur dan gula
  7. Makan Tomat sebaiknya After Meal, jangan perut Kosong
  8. Tiap pagi bangun tidur minum Segelas air putih bisa cegah batu empedu
  9. 3 jam sebelum tidur jangan makan lagi, bisa gemuk
  10. Jangan minum teh susu atau (teh tarik / buble tea) karena tinggi Kalori tinggi Lemak tidak Bergizi dan bisa Darah Tinggi Kencing Manis
  11. Jangan makan Roti yang baru keluar dari oven
  12. Charger HP jangan dekat tempat tidur, harus berjarak 30 cm lebih dari posisi tidur.
  13. Tiap hari minum air 8-10 gelas untuk hindari kanker Kantong Kemih
  14. Siang hari harus banyak minum air Putih, malam hari harus sedikit minum Air putih.
  15. Minum kopi jangan melebih dua cangkir per hari, bisa menyebabkan Insomnia dan penyakit Maag (Lambung).
  16. Jangan makan makanan yang tinggi Lemak karena butuh 5~7 jam pencernaan, mengakibatkan darah terpusat pada pencernaan dan mengakibatkan ngantuk karena otak kekurangan supply Darah.
  17. Setelah jam Lima sore jangan makan banyak Karena Tubuh kita tidak butuh banyak Kalori
  18. Sepuluh jenis makanan sehat: Ikan laut dalam, Pisang, Jeruk bali, Roti full Gandum, Sayur Bayam, Bawang Putih, Pumpkin, Susu low Fat, Daging ayam, Buah Cherry
  19. Kurang tidur bikin otak tumpul, biasakan tidur siang bisa awet muda.

Air lemon Panas bisa menolong anda seumur hidup Lemon Panas membunuh Sel Kanker.

Terimakasih.

Selesai baca ini tolong Forward/WA lagi, karena bisa berguna bagi orang lain.

Semoga Bermanfaat untuk kita semua dan orang lain

Salam hangat dari Dr. Deo Valendra Pahrudin

Salam Ikatan Dokter Indonesia

Dr. Carisa Nathasya Helen M.Kes

RIP Yahoo: Tak Ada Yang Too Big To Fail

Copas

Tak ada alasan tak berterima kasih pada Yahoo. Yahoo adalah pusat gravitas di masa-masa awal bisnis internet merebak tahun 1990-an. Karena Yahoo kita mengenal email, chat room, dan mesin pencari. Perusahaan yang didirikan Jerry Yang dan David Filo ini adalah salah satu katalis terbesar dot com booming (dan bubble) di akhir 1990-an yang dampaknya kita rasakan hingga saat ini. Sekarang Yahoo sudah selesai. Dijual $ 4,48 miliar kepada Verizon, jauh meninggalkan valuasinya di masa keemasan senilai lebih dari $ 100 miliar. Sang pelopor akan berganti nama menjadi Altaba, sebuah merk perusahaan holding milik Alibaba dimana Yahoo memiliki 15% saham di sana.

Kematian Yahoo pada bulan ini sebenarnya hanya menegaskan tanda-tanda sekarat yang sudah lama tampak. Sementara, semestinya Yahoo menjadi Google yang kita kenal sekarang. Namun mengapa yang kita lihat justru sebaliknya?

TERDISORIENTASI OLEH UANG

Paul Graham, co-founder venture capital Y Combinator, menceritakan pengalamannya bekerja di tahun-tahun awal kesuksesan Yahoo. Ia melihat sendiri betapa Yahoo menjadi sebuah keajaiban baru di dunia bisnis dengan mampu menciptakan kekayaan begitu besar dalam waktu cepat. Produk utamanya adalah banner ad (iklan banner) dan Yahoo menjadi pemain sentral di industri baru ini. Para staf penjualan kembali ke kantor membawa kontrak iklan bernilai jutaan dolar. Meski nilainya kecil dibandingkan nilai iklan media mainstream, namun jumlahnya fantastis untuk sebuah startup.

Ketika IPO tahun 1996, Yahoo berhasil meraih dana $ 33,8 miliar di Nasdaq. Puncak dot com booing tahun 1998 tak hanya membuat valuasi Yahoo menggila. Tapi kesuksesan Yahoo membuat semua orang jadi menggilai bisnis internet dan bermimpi bisa menjadi Yahoo selanjutnya. Orang-orang berlomba mendirikan startup dan pendanaan berhamburan. Startup berlomba-lomba memasang iklan di Yahoo yang membuat dompet Yahoo makin gendut.

Kesuksesan besar secara cepat ini membuat Yahoo mabuk — lebih tepatnya teler. Yang mereka fokuskan setiap hari hanya mengeksploitasi lini bisnis banner ad. Mereka tak menghiraukan kebutuhan untuk mengembangkan inti bisnis di mesin pencari. Yahoo merasa mereka too big to fail.

Kita tahu kisah soal Larry Page dan Sergey Brin menawarkan alogaritma PageRank kepada Yahoo, dan kemudian ditolak. Tahun 1998 Paul Graham juga pernah menawarkan Revenue Loop; sebuah alogaritma di mesin pencari yang menyeleksi hasil hasil pencarian produk belanja — mirip dengan alogaritma yang kemudian digunakan Google untuk menyeleksi iklan. Tapi tidak ditanggapi, bahkan oleh Jerry Yang. Tahun 1999 David Filo disarankan membeli Google yang saat itu baru rilis dan kecil sekali. Namun Filo tak melihat ada yang penting pada Google yang pada saat itu baru memiliki trafik sebesar 6% dari keseluruhan trafik Yahoo yang tumbuh 10% per bulan.

Hanya satu yang dikerjakan di Yahoo saat itu: mendapatkan uang, dan uang yang lebih banyak lagi. Selama pelanggan masih menuliskan cek bernilai besar, maka tak ada yang lebih penting daripada itu. Tahun 2000 adalah puncak valuasi Yahoo di bursa saham senilai $ 125 miliar dengan harga per lembar $ 475 atau 15 kali lebih tinggi dibandingkan ketika IPO 4 tahun sebelumnya.

KRISIS IDENTITAS

Yahoo lahir sebagai perusahaan mesin pencari, yang mendeklarasikan diri sebagai perusahaan media, menghasilkan pendapatan dari iklan, dan bertindak seperti perusahaan software. Semua ini membingungkan. Dan lebih parah lagi, Yahoo tampaknya tak punya misi besar apapun dan gamang memposisikan diri.

Di era emasnya, mayoritas karyawan Yahoo adalah programmer — layaknya sebuah perusahaan software. Namun mereka bukan menjual software, melainkan iklan. Perusahaan software menjual software, perusahaan media menjual iklan. Pada masa itu konsep perusahaan teknologi adalah perusahaan software. Gagasan bahwa perusahaan teknologi menjual iklan masih tidak bisa diterima. Karena itulah Yahoo bersikeras menyebut diri sebagai perusahaan media. Alasan lain, Yahoo khawatir bila mereka mendeklarasikan diri sebagai perusahaan teknologi maka membuat mereka rentan diserang oleh Microsoft — raja perusahaan teknologi ketika itu yang membunuh Netscape. Sementara lini bisnis mesin pencari sudah lama tak dihiraukan. Akhirnya, identitas Yahoo makin kabur dan membawa dampak lanjutan yang akut.

HILANGNYA HACKER-CULTURE

Memposisikan diri sebagai perusahaan media ternyata berkonsekuensi serius. Yahoo tak lagi fokus pada pengembangan teknologi dan menganggapnya sebatas komoditas. Para programmer hanya dijadikan sekadar operator yang mengeksekusi keinginan para manajer ke dalam bahasa kode. Ketika Microsoft dan Google selalu terobsesi untuk mempekerjakan para programmer terbaik, tapi tidak dengan Yahoo.

Programmer hebat hanya mau bekerja dengan programmer hebat pula. Di dunia bisnis teknologi ketika kita mempekerjakan programmer buruk artinya kiamat. Itu sebabnya kita tak pernah lagi melihat produk istimewa dari Yahoo setelah kesuksesan email, mesin pencari dan chat room di masa lalu. Semuanya menjadi biasa-biasa saja. Tidak berkembang dan makin ketinggalan zaman. Saya pengguna Yahoo Messanger dari tahun 1999 sampai 2008, ya begitu-begitu saja barangnya.

Tak memposisikan diri sebagai perusahaan teknologi dan kehilangan para programmer andal membuat Yahoo tak punya tenaga dalam merawat inovasinya. Hacker-centric culture berubah menjadi suit-centric culture. Yahoo berubah dari perusahaan inovatif menjadi perusahaan kantoran medioker. Inovasi di Yahoo hanya mengalir satu arah dari para orang berdasi yang dinamakan manager dan producer kepada para bawahan termasuk programmer. Hampir tak ada ruang untuk mengelaborasi gagasan-gagasan baru dari akar rumput, bahkan untuk mempertanyakannya sekalipun.

Perusahaan ini menjadi tua begitu cepat. Memposisikan diri sebagai perusahaan media membuat mereka harus mengelola perusahaan sebagaimana layaknya perusahaan media dijalankan: oleh para orang berdasi, bukan para hacker. Hacker tak boleh menjalankan perusahaan media. Hacker harus disupervisi oleh para orang berdasi. Mereka fokus merekut MBA. Sementara pesaing-pesaing mereka yang saat itu masih berukuran kecil sibuk merekrut para hacker dari berbagai bidang: teknologi, bisnis, marketing, sales, desain dsb. Mereka tak percaya pada hacker-centric culture. Meski itu mengingkari sejarah bahwa Yahoo lahir dari tech-hacker dan business-hacker bernama Jerry Yang dan David Filo.

KEGAGALAN DI ERA SMART PHONE

Ketika startup baru bermunculan, mengusung misi besar mengubah dunia dan menciptakan masa depan, kita tak melihat ada terobosan fenomenal apapun dari Yahoo di era 2000-an. Mereka gagal beradaptasi di era smart phone. Bahkan Marissa Mayer yang diangkat menjadi CEO tahun 2012 untuk memecahkan masalah ini pun gagal mengatasinya.

Sebagai perusahaan media, Yahoo menjual iklan. Dengan masifnya adopsi smart phone pasca 2007, trafik internet meningkat luar biasa pesat yang membuat bisnis periklanan digital makin subur. Tapi Yahoo hanya bisa menonton dari luar lapangan. Karena mereka sama sekali tidak punya front door (pintu depan) dan ekosistem untuk mendatangkan trafik dari pengguna smart phone. Front door dan ekosistem hanya dikuasai 2 pemain: Google dengan Android dan Apple dengan iOS. Ekosistemnya dilengkapi dengan browser, mesin pencari, dan mampu membaca perilaku pengguna sehingga iklan lebih tertarget — sesuatu yang dari dulu tidak pernah dihiraukan Yahoo.

Dua pemain ini sudah terlalu besar dan Yahoo tak punya kemampuan untuk menandinginya. Namun Yahoo masih punya basis jutaan user untuk dimanfaatkan. Sehingga mereka memutuskan membuat aplikasi yang superior. Banyaknya produk yang dimiliki Yahoo membuat mereka kehilangan fokus. Mana yang hendak diprioritaskan: email, media, cuaca, keuangan, mesin pencari, dan yang lain-lainnya? Yahoo setengah mati mencari cara mengatasi gap antar produk ini ke dalam satu-dua aplikasi unggulan.

Ketika baru menjabat tahun 2012, Mayer langsung mengakui bahwa Yahoo kekurangan programmer mobile app dan langsung melakukan perekrutan besar-besaran sampai 500 orang. Akhirnya aplikasi itu dirilis dan berhasil mengakuisisi pengguna. Namun tidak berlangsung lama.

Lansekap pada smart phone berubah lagi dari content-based service ke communication-based app. Orang-orang ramai-ramai meninggalkan aplikasi konten satu arah dan beralih ke media sosial serta messanger. Sementara di dua dunia tersebut Yahoo tak punya produk yang bisa diandalkan. Tak mungkin lagi membuat produk social network seperti Facebook dan Twitter, apalagi membelinya. Flickr yang dibeli Yahoo tahun 2005 sudah kalah dengan Instagram. Yahoo Messanger sudah ketinggalan jauh dibanding Whatsapp, Line, dan BBM. Akhirnya mereka membeli Tumblr tahun 2013 yang akhirnya justru tidak tumbuh sesuai harapan meski Mayer sudah keluar uang begitu banyak untuk membayar para penulis.

MENULARKAN KEKALAHAN

Syukurlah Sergey Brin dan Larry Page menolak menjual Google kepada Yahoo tahun 2002 yang ditawar $ 1 miliar. Syukurlah Mark Zuckerberg menolak Yahoo yang menyodori $ 1 miliar agar mau menjual Facebook. Karena kemungkinan besar kita tak akan melihat Google dan Facebook seperti saat ini bila dulu jatuh ke tangan Yahoo (Mark pernah ditentang habis-habisan oleh investor, co-founder, dan manajemen karena menolak menjual FB ke Yahoo). Nasibnya akan sama dengan Flickr, Tumblr, Geocities, Hotjob, Delicious, dan 114 hot startup lain yang diakuisisi Yahoo dan kini tak terdengar lagi namanya. Semua gagal. Miliaran uang yang dikeluarkan dalam akuisisi itu seakan-akan hanya demi menularkan kekalahan.

Produk dan perusahaan bisa dibeli. Tapi tidak dengan kesuksesan. Karena di balik kesuksesan sebuah produk atau perusahaan selalu ada hal-hal yang tak tampak: visi, misi, kultur, spirit, manajerial, road map, hingga model bisnis. Yahoo bisa membeli Flickr sebagai produk sukses. Namun dengan cara kerja Yahoo, mereka tak akan bisa mengiterasi proses kesuksesan itu. Yahoo yang sudah rusak hanya akan menularkan kerusakan itu kepada startup-startup dengan produk hebatnya yang telah mereka akuisisi.

Stewart Butterfield, co-founder Flickr, meski tak bilang menyesal telah menjual Flickr kepada Yahoo, namun ia mengaku mengambil banyak pelajaran berharga. Yang lebih penting dari akuisisi adalah apa yang akan terjadi setelahnya. Ia menyoroti faktor independensi perusahaan pasca akuisisi. Tanpa itu, sebuah produk akan kehilangan nilai yang ditempa oleh segala sesuatu yang tak tampak. Begitu pula dengan siapa orang yang akan menjalankan perusahaan pasca akuisisi, dan apa target dan tujuan akuisisi itu. Butterfield mengeluh tentang pendapat yang cenderung menggampangkan mendirikan sebuah perusahaan — yang tampaknya kritik ini diarahkan ke Yahoo. Namun ia mengatakan, bila saja dulu tidak menjual ke Yahoo dan menahan diri dalam beberapa tahun, sangat mungkin Flickr terjual 10 kali lipat dari nilai akuisisi Yahoo $ 35 juta dan bisa terus berkembang sebagai produk fenomenal.

*

Kita tak hanya harus berterima kasih kepada Yahoo karena telah memperkenalkan kita kepada internet. Namun juga memetik pelajaran tentang ilusi kesuksesan yang mampu meruntuhkan sebuah kerajaan besar internet yang menjadi pusat gravitasi pada suatu masa. Ilusi ini bahkan bisa hinggap dan membunuh sebuah perusahaan teknologi yang secara alamiah berdiri di atas semangat inovasi. Kita tengah menyaksikan sebuah perusahaan teknologi paling inovatif pada masanya harus mati karena mereka gagal berinovasi, lengah, pongah, dan menganggap dunia ini statis. Dunia berubah, dan Yahoo tidak.

Lalu, bagaimana dengan perusahaan yang malah tidak mau berinovasi?
Bila Yahoo bisa mati, maka begitu pun semua perusahaan di dunia ini. Sony, Kodak, Nokia, RIM, Panam, sampai Lehman Brothers, pastilah setuju. There is no such thing as too big to fail in a free market.

Terima kasih, Yahoo. Selamat tinggal…

Pengobatan Kanker Tidak Aman?

Copas

Kanker merupakan momok bagi kita semua, pengobatannya dianggap memakan waktu lama, menguras tenaga dan biaya dengan efek samping luar biasa. Sehingga berkembang opini di masyarakat bahwa kemoterapi berbahaya, radioterapi mematikan dan operasi menakutkan. Belum lagi dibombardir informasi mengenai pengobatan tanpa kemoterapi, tanpa operasi dan tanpa radiasi. Pertanyaan yang sering dilontarkan oleh penderita kanker kepada dokter: Apakah kemoterapi berbahaya? apakah radiasi berbahaya? kalo bahaya kenapa diberikan? Di dalam benak penderita kanker berkecamuk antara ingin melakukan pengobatan medis dan mencoba siapa tau ada pengobatan non medis atau alternatif. Dalam kondisi demikian seseorang sangat gampang dipengaruhi, bahkan seandainya ditawarkan obat yang isinya plasebo (kosongan) lalu dijelaskan bahwa obat tersebut bukan kemoterapi dan bukan obat kimia serta dapat menyembuhkan dengan hasil yang baik, maka hampir dapat dipastikan seseorang lebih memilih obat kosongan tersebut meski misal harganya per tablet 500.000 rupiah, obat tersebut dianggap bisa menyembuhkan dengan baik, belum lagi keyakinan bertambah dengan testimoni keberhasilan dari 1-2 orang dengan mimik sangat meyakinkan. Padahal mungkin saja yang testimoni berhasil hanya 1-2 orang, sedangkan 100 penderita kanker yang lain yang mendapat obat kosongan tersebut tidak sembuh atau tambah parah. Namun sangat manusiawi dalam kondisi demikian rasionalitas seseorang bisa berubah, menjadi tidak rasional, semua tawaran yang mengandung angin surga pasti dengan mudah terima meski secara ilmiah belum dibuktikan.

Mari kita menengok apakah kanker itu. Pada dasarnya secara awam kanker adalah sel tubuh kita yang telah berubah menjadi sel ganas, sel tersebut berasal dari sel tubuh normal, bisa berasal sel dari liver, serviks, usus dan semua sel di tubuh kita. Namun karena rangsangan berbagai macam zat yang disebut karsinogen maka sel sel tersebut berubah menjadi sel ganas. Apa beda sel ganas dan sel normal? Sel normal perkembangan dan pertumbuhannya terkontrol, ada mekanisme ciptaan Allah SWT yang mengontrol dengan sangat baik, sedangkan pada sel kanker, perkembangan dan pertumbuhannya tidak terkontrol, sistem mekanisme kontrol hilang, sel tumbuh semaunya tanpa bisa dibatasi, membesar dan bertambah banyak dengan kecepatan luar bisa, jauh lebih cepat dari sel normal dan hebatnya sel kanker punya kemampuan metastasis (menyebar) ke jaringan sekitarnya maupun ke tempat yang jauh dari jaringan asalnya (misal kanker rahim menyebar ke otak). Bagaimana sel yang normal tiba tiba menjadi sel ganas yang gak terkendali? jawaban untuk pertanyaan ini bervariasi, tergantung dari mana sel tersebut berasal, masing masing jenis kanker mempunyai mekanisme perubahan sendiri sendiri dari sel normal menjadi sel ganas. Sebagai contoh adalah kanker serviks, sel pelapis serviks normal oleh karena infeksi human papilloma virus dapat berkembang menjadi kanker serviks, namun untungnya perubahan tersebut berlangsung dalam waktu yang lama sehingga ada deteksi dini yang efektif berupa pap smear. Apakah perubahan menjadi kanker perjalanannya sama semua dengan kanker serviks, jawabnya: Tidak. masing masing punya karakteristik sendiri. Ada jenis kanker yang perubahan dari normal menjadi kanker hanya dalam waktu hitungan bulan. Jadi tidak semua jenis kanker bisa disamakan perjalanannya, masing masing punya tingkah laku berbeda, hal ini menjadi latar belakang kenapa tiap jenis kanker mempunyai pengobatan yang berbeda, ada yang kemoterapi ada yang radiasi ada yang operasi ada pula yang kombinasi dan lama pengobatan juga berbeda beda untuk tiap jenis kanker.

Pada dasarnya secara medis pilihan pengobatan kanker adalah kemoterapi, operasi, dan radiasi. bisa monoterapi (satu jenis terapi) atau kombinasi diantara ketiga terapi tersebut dan saat ini berkembang tambahan pengobatan medis berupa targeted therapy dll. Mari kita tengok secara logika sederhana untuk menjawab pertanyaan apakah kemoterapi berbahaya? Kalau kemoterapi dianggap berbahaya dan gak layak diberikan maka di seluruh dunia pasti kemoterapi tidak diijinkan beredar oleh otoritas pengawas obat dan makanan setempat. Food and Drug Administration (FDA) di USA merupakan pengawas obat dan makanan yang terkenal sangat ketat, dan sampai saat ini masih memberikan rekomendasi pemberian kemoterapi untuk penederita kanker, demikian pula balai pengawas obat dan makanan di Indonesia, tetap memberikan ijin kemoterapi sebagai pengobatan kanker. Lalu apakah badan badan pengawas obat dan makanan tersebut ngaco? ngawur? jawabnya: Tidak, oleh karena sebelum mempunyai ijin edar sebagai salah pengobatan kanker, masing-masing kemoterapi harus melalui tahapan yang sangat ketat, tidak begitu saja bisa diproduksi terus boleh beredar. Dari pertama ditemukan sampai obat kemoterapi boleh beredar memakan waktu yang sangat lama, melalui percobaan di binatang terlebih dahulu, diamati keberhasilan dan efek sampingnya, baru kemudian diuji coba ke ribuan sukarelawan (volunteer) baru kemudian boleh diedarkan bila dianggap aman. Bahkan pasca diedarkan, lagi lagi obat kemoterapi tersebut tetap diawasi, bagaimana keberhasilan dan efek sampingnya. Bila ternyata tidak aman, jelas otoritas pengawas obat dan makanan di berbagai negara akan melarang pemakaian obat kemoterapi tersebut.

Kanker bertambah besar oleh karena sel ganas berkembang dan membelah terus, pembelahan jauh lebih cepat dari sel normal sehingga kanker dari jaringan yang terkena kanker akan terus bertambah besar. Kemoterapi membunuh sel kanker pada dasarnya dengan cara menghambat kontrol sel untuk membelah, dan kemoterapi biasanya bekerja pada saat sel membelah, sehingga terjadi kegagalan pembelahan. Kemoterapi mematikan sel kanker yang pembelahannya cepat, untungnya kebanyakan sel normal dalam keadaan tenang, proses pembelahan tidak secepat sel kanker sehingga relatif aman dari kemoterapi. Mekanisme secara detail kemoterapi mematikan sel kanker bermacam macam. Kemoterapi dapat diberikan berupa suntik, infus, atau tablet/kapsul. Efek samping kemoterapi biasanya timbul pada beberapa jaringan normal yang pembelahannya relatif cepat seperti: rambut, sumsung tulang (pabrik sel sel darah), sel kulit dan sel pelapis usus. Namun demikian, sel sel normal tersebut mempunyai kemampuan memperbaiki diri dari efek kemoterapi, sehingga efek kemoterapi yang terjadi biasanya tidak bersifat permanen dan akan membaik setelah proses pemberian kemoterapi tuntas. Rambut rontok, gangguan jumlah sel darah, diare dan lain lain biasanya bersifat sementara, begitu sel sel normal tersebut selesai mengalami perbaikan dari kerusakan akibat kemoterapi, maka keluhan keluhan tersebut akan membaik, tidak bersifat permanen. Ketakutan yang terjadi biasanya disebabkan karena efek samping yang terjadi. Padahal efek samping yang terjadi masih terkategori aman, apalagi dokter yang merawat pasti akan melakukan kontrol terhadap efek samping yang terjadi.

Radiasi merupakan salah satu terapi utama pada kanker. Suatu kanker mempunyai karakteristik masing-masing, jadi pemilihan antara kemoterapi atau radiasi bukan berdasar selera, namun berdasarkan karakteristik jenis kanker. Misal kanker serviks stadium lanjut, maka radiasi merupakan pilihan utama, kemoterapi bersifat membantu radiasi sebaliknya, kemoterapi merupakan pilihan utama pasca operasi pada kanker ovarium. Dokter akan membuat analisa mana yang paling tepat untuk masing masing situasi dan kondisi kanker pada masing masing orang. Pada prinsipnya radiasi mematikan sel kanker dengan jalan merusak DNA sela kanker, dan kerusakan yang parah akibat radiasi tersebut tidak dapat diperbaiki oleh sel kanker tersebut dan menyebabkan kematian sel kanker. Untuk mencegah kerusakan terjadi pada sel normal, maka dokter ahli radioterapi akan melakukan perencanaan sebelum pemberian radiasi: menghitung dosis, mengukur area mana yang akan diradiasi dll, pada prinsipnya berusaha melindungi sel normal dan mematikan sel kanker. Dalam memberikan radiasi dokter spesialis radioterapi akan merencanakan dan memberikan radiasi secara cermat, tidak asal-asalan sehingga radiasi relatif aman sebagai salah satu bentuk pengobatan kanker dan masih menjadi standar di seluruh dunia untuk beberapa jenis kanker. Radiasi dapat diberikan dalam bentuk radiasi luar (eksterna), radiasi dalam (interna) dan radiasi sistemik. Efek samping akan dipantau oleh dokter dan relatif aman.

Kalo ada tawaran obat tanpa efek samping sama sekali, jelas diragukan kebenarannya. Efek samping yang terjadi akibat kemoterapi dan radiasi relatif aman. Kedua jenis terapi ini sebelum diperbolehkan dipakai pada pasien, telah melewati uji coba yang sangat ketat. Bila ada yang menawarkan obat kanker baru atau alternatif, harus ditanyakan bagaimana uji cobanya secara ilmiah, sehingga kita tidak mengambil keputusan berdasar testimoni. Otoritas kesehatan suatu negara jelas melarang pengobatan yang dianggap tidak aman. Radiasi dan kemoterapi tetap dipakai di seluruh dunia dalam mengobati penyakit kanker. Sehingga kita tidak perlu antipati terhadap kemoterapi dan radiasi.

Mudah-mudahan tulisan ini membuka wawasan kita mengenai pengobatan kanker secara medis

Salam Sehat

Dr. dr. Brahmana Askandar, Sp.OG (K.Onk)
POGI Surabaya
IDI Surabaya