Mengejar Bayang-Bayang

Ada seorang gila yang mengejar bayang-bayangnya sendiri di bawah terik matahari. Semakin cepat dia lari mengejar, semakin cepat pula bayang-bayangnya lari menjauh. Dia tidak juga berhenti mengejar, terus, bahkan dalam kelelahan dia terus tak berhenti, lari mengejar, lari lagi dan lagi. Sampai akhirnya dia berhenti, mati kelelahan.

Dalam mengejar bayang-bayang, mungkin yang harus dia lakukan adalah berhenti lari dan duduk, sehingga dia bisa menggapai bayang-bayangnya sendiri dengan tenang, atau dia bisa berhenti duduk dibawan pohon rindang, dan sang bayang-bayang akan lebih bersahabat dan damai dengannya disana.

Kita tertawa melihat orang gila ini, ataukah sebenarnya kita sedang melihat cermin? Karena kita juga tidak berhenti mengejar bayang-bayang kita, apapun itu. Mimpi kita tentang sukses, jabatan yang kita kejar, harta kekayaan yang besar, atau apapun yang kita inginkan. Mungkin kita harus berhenti sejenak, duduk dibawah pohon rindang, dan berdamai dengan bayang-bayang kita sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: